FWPJT Akan Gelar Diskusi Publik “DPRD Baru, Harapan Baru”
SEMARANG[BahteraJateng] – Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT) akan menggelar Diskusi Publik bertajuk “DPRD Baru, Harapan Baru” pada Rabu, 15 Januari 2025, pukul 09.00 WIB di Hotel Front One HK Resort Simpang Lima, Jalan Kesambi No. 7, Semarang. Acara ini bertujuan memotret visi dan misi anggota DPRD Jawa Tengah periode 2024-2029 yang baru dilantik, sekaligus membahas harapan masyarakat terhadap kinerja legislatif.
Sebanyak 120 anggota DPRD Jawa Tengah periode baru telah resmi dilantik pada 3 September 2024, dengan 40 persen di antaranya merupakan wajah baru. Pada 15 Oktober 2024, lima pimpinan DPRD Jateng juga dilantik dalam Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng.

Sumanto, politisi PDI Perjuangan, kembali menjabat sebagai Ketua DPRD Jateng, didampingi empat wakil ketua: Sarif Abdillah (PKB), Hery Pudyatmoko (Gerindra), Muhammad Saleh (Golkar), dan Setya Ari Nugroho (PKS).
Diskusi publik ini menghadirkan Sumanto sebagai keynote speaker bersama narasumber lainnya, yaitu Muhammad Saleh (Wakil Ketua DPRD, Fraksi Golkar), Kartina Sukawati (Fraksi Partai Demokrat), Muhammad Farchan (Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas), serta Puji Astuti (Pengamat Politik, Universitas Diponegoro). Acara akan dipandu oleh jurnalis senior Sunu Andhy Purwanto.

Ketua Panitia Diskusi, Imam Nuryanto, menyatakan bahwa DPRD harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang responsif dan adaptif.
“Penguatan kapasitas kelembagaan, pemanfaatan teknologi, dan sistem demokrasi lokal yang solid adalah kunci utama untuk menjawab tantangan masa depan,” tutur Imam.
Ketua FWPJT, Damar Sinuko, menambahkan bahwa tantangan DPRD di era Indonesia Emas 2045 terkait erat dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki peran penting dalam mendukung Indonesia menjadi negara maju, berdaya saing, dan sejahtera.
“Dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia maju, berdaya saing tinggi, dan sejahtera, DPRD sebagai lembaga legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota tentu memainkan peran yang sangat penting dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Damar.
Diskusi ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif untuk mewujudkan transformasi DPRD sebagai lembaga yang benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat.

