Gebyar Pesona Pudak Payung 2025 Angkat Wisata Alam dan UMKM Lokal
SEMARANG[BahteraJateng] – Ribuan pengunjung memadati kawasan wisata Curuk Kedung Kudu, Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, dalam acara Gebyar Pesona Pudak Payung 2025 pada Minggu (27/7). Kegiatan ini menampilkan potensi wisata alam serta produk unggulan pelaku UMKM setempat.
Ketua Panitia, Setiawan, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan Kelurahan Pudak Payung sebagai desa wisata.
“Acara ini melibatkan seluruh UMKM yang ada di 16 RW dan mengangkat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pudak Payung,” jelasnya.
Setiawan menjelaskan, salah satu daya tarik utama adalah Air Terjun Curuk Kedung Kudu dengan ketinggian 23 meter yang masih terjaga kealamiannya. Selain itu, terdapat Jembatan Londo (Kedung Kopyah), peninggalan Belanda yang dibangun pada 1810, serta Ondo Rante (jembatan seling) buatan PDAM.
Di kawasan ini juga terdapat Wihara Shima 2500 Jayanti, yang memperkaya sisi budaya dan spiritual desa wisata tersebut.
“Gebyar ini menjadi momen untuk mempromosikan semua potensi yang dimiliki Pudak Payung. Kami ingin desa ini dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menarik,” imbuhnya.

Sebanyak 20 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan ini, memamerkan berbagai produk lokal seperti makanan khas, kerajinan tangan, dan produk olahan lainnya.
Tahun lalu, mewakili Kota Semarang, UMKM Pudak Payung berhasil meraih juara 3 dalam Lomba UMKM tingkat nasional.
Dukungan juga datang dari BPJS Kesehatan, yang membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung.
Setiawan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai upaya berkelanjutan untuk mendorong ekonomi lokal dan menarik minat wisatawan.
“Dengan potensi alam dan budaya yang kami miliki, Pudak Payung sangat layak menjadi destinasi wisata favorit di Semarang,” pungkasnya.(sun)


Pudakpayung….
Pancen OKE