Hari Kartini ke-147, Kapolres Semarang Tekankan Perempuan sebagai Pilar Keluarga dan Kamtibmas
SEMARANG[BahteraJateng] – Peringatan Hari Kartini ke-147 pada Selasa (21/4) dimaknai sebagai momentum penguatan peran perempuan lintas generasi, khususnya dalam keluarga dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal tersebut disampaikan Kapolres Semarang, Ratna Quratul Ainy, saat memberikan materi dalam kegiatan bertema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” di Pendopo Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha, serta berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan yang berperan aktif di lingkungan keluarga hingga dunia profesional.
Dalam paparannya, Kapolres menegaskan perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter generasi penerus. Ia menyebut peran seorang ibu sangat krusial sebagai pendidik pertama bagi anak.
“Seorang ibu adalah pendidik pertama bagi anaknya. Ia dituntut memiliki wawasan luas serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujar AKBP Ratna.
Menurutnya, peran ganda perempuan merupakan sebuah kekuatan, tidak hanya sebagai ibu dan istri, tetapi juga sebagai perempuan karier yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.
Selain itu, Kapolres juga menyoroti masih tingginya angka kejahatan yang menyasar perempuan, khususnya kekerasan seksual. Ia mengimbau korban untuk tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian agar mendapatkan penanganan hukum sekaligus pendampingan psikologis.
“Korban harus berani melapor. Penanganan tidak hanya berfokus pada hukum, tetapi juga rehabilitasi psikis korban dan perbaikan perilaku pelaku,” tegasnya.
Dalam konteks keluarga, ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua, terutama ibu, terhadap anak di tengah derasnya arus digital. Minimnya pengawasan, kata dia, dapat membuka peluang anak terpapar pengaruh negatif hingga pergaulan tidak sehat.
Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sebagai kunci membangun kedekatan sekaligus sarana pengawasan yang efektif.
Lebih jauh, ia menyebut perempuan memiliki peran penting sebagai benteng kamtibmas. Dengan karakter adaptif yang dimiliki, perempuan dinilai mampu menjadi agen perubahan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Kapolres mengajak perempuan untuk mampu mengelola waktu, menentukan prioritas, serta tetap kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Perempuan hebat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi mereka yang tahu kapan harus bangkit,” pungkasnya.

