Mengenal Istilah “Cumi-cumi Darat” yang Jadi Sorotan di Debat Pertama Pilwakot Semarang 2024
SEMARANG[BahteraJateng] – Dalam debat pertama Pilwakot Semarang 2024, yang digelar KPU pada Jumat (1/11/2024), isu mengenai emisi BRT Trans Semarang mendapat perhatian serius. Salah satu topik yang menarik perhatian adalah istilah “cumi-cumi darat,” yang mengacu pada bus BRT Trans Semarang yang kerap mengeluarkan asap hitam pekat. Permasalahan lingkungan ini mendapat tanggapan dari para kandidat.
Calon Wali Kota nomor urut 02, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi, menyoroti pentingnya peremajaan bus BRT yang saat ini masih menggunakan mesin diesel. Ia menyarankan agar armada Trans Semarang diubah menjadi bus listrik sebagai bagian dari program “Semarang Ijo Royo-royo” untuk menurunkan emisi.
“Kami akan ubah jadi elektrik agar polusi hilang, sehingga emisi akan turun,” ujar Yoyok.
Di sisi lain, Agustina Wilujeng, kandidat lainnya, menilai bahwa ketidakseimbangan antara jumlah bus dan kebutuhan penumpang menjadi penyebab utama masalah tersebut. Menurutnya, menambah jumlah layanan dan memperbaiki perjalanan akan mengurangi intensitas penggunaan bus hingga tak perlu memaksa kendaraan bekerja melebihi kapasitas.
Istilah “cumi-cumi darat” menjadi populer karena BRT Trans Semarang yang mengeluarkan asap hitam pekat akibat pembakaran yang tidak sempurna. Meski pemerintah telah melakukan beberapa upaya, termasuk pada 2019 saat Kota Semarang bekerja sama dengan Toyama dalam konversi bahan bakar dari solar ke gas dengan anggaran Rp 10 miliar, asap hitam dari BRT masih menjadi masalah.
Saat ini, BRT Trans Semarang beroperasi dengan subsidi Rp 250 miliar per tahun, dan tahun 2024 dialokasikan Rp 260 miliar.
Wakil Ketua DPRD Semarang, Harsono, berharap dana besar tersebut dapat meningkatkan pelayanan, sekaligus mengurangi polusi yang dihasilkan transportasi umum.
Ia mendukung wacana peremajaan armada dengan bus listrik sebagai langkah untuk memperbaiki kualitas udara di kota.
Dengan tantangan besar yang dihadapi, peremajaan BRT Trans Semarang menjadi salah satu prioritas yang akan ditangani pemimpin kota berikutnya.(sun)

