MPM PP Muhammadiyah
MPM PP Muhammadiyah menyelenggarakan Outlook 2026, di Gedoeng Moehammadijah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Sabtu (3/1).(Dok Humas PP Muhammadiyah)

Outlook 2026 MPM Muhammadiyah Dorong Arah Baru Pemberdayaan Berbasis Empowerment dan Kewirausahaan

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Outlook 2026 pada Sabtu (3/1) di Gedoeng Moehammadijah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri jajaran internal MPM PP Muhammadiyah serta insan media sebagai bagian dari upaya merumuskan arah baru pemberdayaan masyarakat ke depan.


Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam sambutan yang disampaikan secara daring mengatakan Outlook 2026 menjadi ruang refleksi untuk meninjau ulang model pemberdayaan masyarakat yang selama ini dirancang dan dijalankan oleh MPM.

Menurutnya, diperlukan pemikiran berkelanjutan agar pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah tetap relevan dan berkelanjutan.


Hilman menyoroti ketergantungan gerakan pemberdayaan pada pendanaan filantropi Islam. Ia mempertanyakan sampai kapan pola tersebut dapat terus dijalankan, sehingga perlu dikembangkan pendekatan baru yang memadukan filantropi dengan kewirausahaan atau dikenal dengan konsep philantropreneurship.

Guru Besar Filantropi Islam tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan lebih tepat dimaknai sebagai empowerment dibandingkan development.

“Development cenderung berfokus pada penyediaan fasilitas, sementara empowerment menitikberatkan pada penguatan kapasitas internal masyarakat agar memiliki kemampuan, daya, dan kemandirian dalam menentukan masa depannya sendiri,” tuturnya.

Meski demikian, Hilman menilai selama ini MPM telah menjalankan keduanya secara bersamaan, baik development maupun empowerment.

“Ke depan, pemberdayaan masyarakat juga diarahkan pada peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi baru guna memperkuat transformasi sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin, menyampaikan bahwa MPM Outlook 2026 mengusung tema “Masyarakat Berdaya, Indonesia Berjaya”.

“Seluruh langkah MPM tetap selaras dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48, khususnya pada program prioritas penguatan dan perluasan basis umat di akar rumput melalui Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *