Paguyuban Pedagang Kota Semarang Dukung Yoyok-Joss untuk Pilwakot 2024. Ini Alasannya
SEMARANG[BahteraJateng] – Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Semarang menyatakan dukungan kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) dalam Pemilihan Wali Kota Semarang (Pilwakot) Semarang 2024. Dukungan ini diberikan karena mereka dianggap memiliki program yang sejalan dengan pemerintahan pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Surahman, Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Semarang, menyebut pasangan nomor urut 2 ini sebagai sosok pemimpin yang layak memimpin Kota Semarang.
“Yoyok-Joss diusung oleh Koalisi Semarang Maju Bermartabat yang linier dengan Koalisi Indonesia Maju. Kami berharap aspirasi pedagang bisa tersampaikan langsung ke pusat,” ujarnya pada Sabtu (9/11/2024).
Para pedagang berharap Yoyok-Joss akan lebih memperhatikan kondisi pasar tradisional, terutama mengenai tingginya retribusi dan tantangan dari lokapasar yang berdampak pada pedagang.
Surahman menegaskan keinginan para pedagang agar pasar bisa lebih ramai dan teratur, serta berharap agar pasar tradisional dilindungi dari persaingan tidak seimbang dengan lokapasar.
Program Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) yang ditawarkan Yoyok-Joss juga disambut baik oleh para pedagang. Program ini menyediakan kredit tanpa agunan bagi pelaku usaha kecil, yang menurut Sukardi, Penasihat Persatuan Pedagang Jasa (PPJ) Semarang, akan sangat membantu pengembangan bisnis kecil di Kota Semarang.
Selain itu, PPJ Semarang juga berharap Yoyok-Joss memperhatikan nasib pedagang kaki lima (PKL), yang kerap merasa cemas dengan potensi penertiban dari Satpol PP. “Kami harap ada solusi agar PKL bisa berjualan tanpa rasa khawatir,” kata Sukardi.
Dalam menanggapi dukungan para pedagang, Yoyok Sukawi berkomitmen untuk mengedepankan kebijakan yang mendukung pedagang pasar. Ia juga berencana mengkaji ulang Peraturan Daerah (Perda) tentang Pasar Tradisional dan PKL, serta menyediakan ruang bagi PKL agar tidak merasa terancam oleh Satpol PP.
Yoyok menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membuat kebijakan terkait pasar, sehingga retribusi dan akses dapat lebih berpihak kepada pedagang. “Kami akan turun langsung ke pasar untuk mendengarkan aspirasi pedagang,” pungkasnya.(sun)

