Pelibatan Warga Dalam Aktualisasi Nilai Toleransi Harus Tepat
SEMARANG[BahteraJateng] – Pelibatan masyarakat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam beragama melalui kegiatan dialog-dialog antar umat beragama harus tepat sasaran dan segmentasi komunitasnya.
Guru besar Hukum Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof Drs KH Abu Hafsin MA Ph D mengatakan kalau dalam kegiatan dialog antar umat beragama tidak tepat subyek atau partisipannya maka akan menjadi kontra produktif

“Karena itu pelibatan para pihak atau partisipan dalam kegiatan yang terkait dengan implementasi nilai-nilai toleransi dan moderasi bergama harus tepat subyek dan komunitasnya,” ujar Prof Abu Hafsin dalam Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Ekonomi dan Masalah Sosial Masyarakat di hotel C3 Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (4/6).
FGD yang mengusung tema Merawat Kerukunan Melalui Penguatan Forum Kerukunan Umat’ Beragama (FKUB) itu diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, jika terkait dengan kegiatan yang berorientasi dengan nilai-nilai toleransi dan moderasi dikemas dalam dialog maka partisipannya dibatasi khusus kalangan elit tokoh agama saja
Sebaliknya, tutur Abu Hafsin, jika partisipannya melibatkan masyarakat bawah maka agendanya dikemas dengan dialog aksi, misalnya jalan sehat lintas pemeluk agama, sepeda sehat lintas pemeluk agama dan sebagainya.
Dia menambahkan, komunitas arus bawah jangan dilibatkan dalam kegiatan dialog elit, karena akan kontra produktif hasil akhirnya dan berpotensi mengganggu kerukunan. Jadi dalam merealisasikan nilai-nilai toleransi dan moderasi bentuk kegiatannya disesuaikan dengan komunitas yang disasar.
Pandangan Prof Abu didukung Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah Jawa Tengah Pdt Drs Heru Purwanto S Si M Hum bahwa penerapan semangat toleransi dan moderasi beragama harus dilakukan dengan tepat sasaran atau segmennya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Dr Mustain Ahmad SH MH menututkan, terciptanya kerukunan umat beragama di masyarakat menjadi modal besar dalam upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Para pemuka agama di Jateng melalui FKUB telah berkontribusi dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Kami berharap capaian ini terus berlanjut hingga masa-masa yang akan datang, ” tuturnya di hadapan para tokoh agama di Jateng.
Selain Prof Abu Hafsin dan Kepala Kanwil Kemenag Jateng Jateng Mustain, dalam FGD yang dibuka Kepala Barang Kesbangpol Jateng Haerudin SH MH ini juga menampilkan guru besar Antropologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr KH Mudjahirin Tohir MA sebagai narasumber.

