Perhutani KPH Kebonharjo gelar ubinan jagung
Perhutani KPH Kebonharjo didampingi PPL Kecamatan Sale melaksanakan ubinan jagung musim panen pertama tahun 2026 di petak 57 RPH Tuder BBKPH Tuder, Selasa (10/2).(Dok. KPH Kebonharjo)

Perhutani Kebonharjo Bersama PPL dan LMDH Gelar Ubinan Jagung

REMBANG[BahteraJateng] – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sale melaksanakan ubinan jagung musim panen pertama tahun 2026 di petak 57 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tuder Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tuder pada Selasa (10/2).

Hadir pada acara tersebut selain petugas dari PPL Kecamatan Sale juga dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Dharma Wana Raharja, Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, serta perwakilan pesanggem wilayah BKPH Tuder.

Pelaksanaan ubinan jagung bertujuan menduga hasil produktivitas per hektar dengan menimbang hasil panen dari sampel berukuran 2,5 M x 2,5 M.

Langkahnya meliputi penentuan titik sampel secara acak, panen jagung dalam petakan, pemipilan/penimbangan tongkol, dan konversi hasil (Kg/Ha) serta untuk mengevaluasi potensi produksi dan strategi budidaya mendatang.

Administratur/KKPH Kebonharjo melalui Kepala BKPH Tuder, Sutikno, menjelaskan bahwa kegiatan ubinan adalah salah satu cara memprediksi jumlah produksi dan produktifitas jagung melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan.

“Dengan pelaksanaan ubinan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan optimal guna mendukung data pertanian di Kecamatan Sale yang lebih baik kedepannya dan sebagai acuan kegiatan di tahun-tahun yang akan datang,” kata Sutikno

Selain untuk mendukung data, kegiatan ubinan jagung juga sebagai bagian dari evaluasi hasil panen dan produktivitas tanaman jagung serta untuk menentukan besarnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibayarkan pesanggem.

Salah satu petugas PPL Sale yang ikut mendampingi, Luffa Ade Novitasari, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan semangat petani dalam mengelola lahan di kawasan hutan terus meningkat serta mampu mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah BKPH Tuder masuk wilayah administratif Kelurahan Wonokerto, Kecamatan Sale.

“Kegiatan ubinan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui potensi hasil panen serta bahan evaluasi bagi pesanggem dalam meningkatkan teknik budidaya tanaman jagung. Selain itu, hasil ubinan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan untuk kedepannya,” pungkas Luffa.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *