Abdul Muhayya
Dr. Abdul Muhayya, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo, dalam tausiyahnya pada Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitussalam, Jalan Taman Karonsih, RW IV Ngaliyan, Semarang, Kamis malam (4/9).(Foto Ist)

Peringatan Maulid Nabi Wujud Cinta Umat kepada Rasulullah

SEMARANG[BahteraJateng] – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting diperingati sebagai wujud cinta umat Islam kepada Rasulullah.

Hal itu disampaikan Dr. Abdul Muhayya, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, dalam tausiyahnya pada Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitussalam, Jalan Taman Karonsih, RW IV Ngaliyan, Semarang pada Kamis malam (4/9).


“Kitab Al-Barzanji dengan syair-syairnya yang indah memperdalam kecintaan kita kepada Rasulullah sekaligus memperkaya penghayatan terhadap Islam. Di dalamnya terkandung unsur estetika, logika, dan etika. Membaca serta menghayatinya adalah bagian dari memperkokoh iman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam memperbanyak shalawat, karena banyak manfaat spiritual dan keberkahan yang mengalir darinya.


Pantauan BahteraJateng, sejak menjelang magrib, ratusan jamaah dari lingkungan RW IV dan RW XII Kelurahan Ngaliyan berduyun-duyun hadir, memenuhi masjid sampai ke serambi.

Mereka dengan setia mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lampu-lampu gantung di depan mihrab masjid memancarkan cahaya kekuningan yang lembut, menyatu dengan gemerlap lampu hias di tiang-tiang.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Luthfi Fahmi Mahbubi. Lantunan merdunya menggema di seluruh ruangan, menghadirkan suasana teduh dan khusyuk.

Disusul kemudian pembacaan shalawat dan nadhom yang diiringi hadrah oleh para remaja masjid. Denting rebana berpadu dengan vokal para pemuda menghadirkan nuansa semarak sekaligus religius, sebuah pemandangan yang jarang absen dalam tradisi maulid di Masjid Baitussalam.

Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan Dr. Abdul Muhayya, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo.

Pada kesempatan itu, Ketua Takmir Masjid Baitussalam, Gendro Susilo, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya.

“Saya senang sekali melihat banyak remaja ikut dalam hadrah dan pembacaan Al-Barzanji. Ini pertanda baik, semoga semangat mencintai Rasulullah Muhammad tetap terjaga,” katanya.

Di sela-sela ramah tamah, beberapa jamaah pun menyampaikan kesan. Salah seorang ibu warga RT 06 RW IV Ngaliyan yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, tiap tahun ia selalu hadir dalam peringatan Maulud Nabi di Baitussalam. Tetapi tahun ini terasa lebih hidup karena remaja begitu bersemangat. Shalawatnya membuat hati adem. Rasanya nyaman dan damai.

Hal senada disampaikan pula oleh Adnan Ghiffari, pemuda RT 04 RW 04 yang ikut tim hadrah.

“Kami latihan sepekan penuh. Bangga rasanya bisa tampil di depan jamaah. Semoga teman-teman makin termotivasi dan bersemangat untuk meramaikan kegiatan masjid,” ungkapnya.

Hadir pula sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat, antara lain Ketua RW IV Gunoto Saparie, mantan Ketua RW IV Dr. M. Saefullah, Ketua Badan Wakaf, Zakat, dan Sedekah Masjid Baitussalam Dr. Tolkah Mahsun, serta mantan Ketua Takmir Masjid Baitussalam Masono.

Hingga acara berakhir, suasana terasa penuh keakraban. Jamaah saling bersalaman, berbagi senyum, dan menikmati hidangan sederhana kuliner khas Ngaliyan.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitussalam tahun ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pengingat akan pentingnya meneladani akhlak Nabi, serta menjaga kebersamaan dalam cinta kepada Rasulullah,” ujar Gendro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *