Panitia Rakerda KSBN Jawa Tengah 2025 berfoto bersama seusai rapat
| |

Perkuat Sinergi, Rakerda KSBN Jateng Akan Digelar di Unnes

SEMARANG[BahteraJateng] – Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah akan mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ruang Cendana, Kawasan Wira Usaha, Universitas Negeri Semarang (Unnes), pada Sabtu, 22 Februari 2025. Kegiatan Rakerda KSBN Jateng ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.

Ketua Umum KSBN Jateng, Agus Waryanto, didampingi Ketua Panitia Rakerda, Eka Yuli Astuti, menjelaskan bahwa Rakerda KSBN Jateng akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Jawa Tengah, dan Rektor Unnes.

“Salah satu agenda utama Rakerda KSBN Jateng adalah curah gagasan di Kampung Budaya Unnes, yang bertujuan memperkuat sinergi antara KSBN dan pihak terkait,” ujar Agus.

Selain itu, Rakerda juga akan diisi dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KSBN, Unnes, dan organisasi-organisasi terkait, sebagai langkah konkret dalam memperkuat kemitraan.

Sebelumnya, pada 21 Januari 2025, KSBN Jateng juga akan menggelar pertunjukan wayang kulit di Nepal van Java, Magelang, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan seni budaya.

Menurut Agus Waryanto, peserta Rakerda terdiri dari 69 pengurus KSBN Jawa Tengah, 12 ketua dan sekretaris DPC KSBN kota/kabupaten, serta tiga pengurus KSBN Pusat.

“Rakerda ini bertujuan menyusun program kerja jangka pendek, meningkatkan sinergi antara KSBN pusat, daerah, dan kabupaten/kota, serta menyegarkan organisasi,” tuturnya.

Eka Yuli Astuti menambahkan bahwa Rakerda juga akan menjadi momentum untuk mendata ulang pengurus melalui formulir daring dan mengadakan kartu tanda pengurus KSBN. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan transparansi organisasi.

“Komitmen kami adalah memastikan organisasi berjalan lebih efektif, termasuk penyegaran bagi 69 pengurus KSBN Jateng,” ujar Eka.

Rakerda KSBN Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat program kerja seni dan budaya di tingkat daerah sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam pelestarian seni budaya Nusantara.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *