Polres Semarang
Polres Semarang menggelar Arahan Tiga Pilar di Aula Condrowulan Polres Semarang, Kamis (21/8).(Foto Ist)
| |

Polres Semarang Gelar Arahan Tiga Pilar, Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Wilayah

SEMARANG[BahteraJateng] – Polres Semarang menggelar Arahan Tiga Pilar dalam rangka memperkuat sinergitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Semarang.

Kegiatan berlangsung di Aula Condrowulan Polres Semarang pada Kamis (21/8), dengan dihadiri Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro Koedoes, dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Acara yang digelar  serentak di seluruh wilayah Kabupaten Semarang dengan menghadirkan Kapolsek, Danramil, serta lurah dan kepala desa, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Kapolres Semarang menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di Kabupaten Semarang relatif kondusif berkat peran dan kerja sama tiga pilar, yaitu Polri, TNI, dan pemerintah daerah.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pengaruh media sosial yang bisa memicu gangguan keamanan.

“Situasi Kab. Semarang saat ini tergolong kondusif, namun yang perlu menjadi perhatian adalah pengaruh media sosial bagi harkamtibmas di masyarakat,” tegasnya.

Ratna juga menyoroti kasus peredaran narkotika yang berhasil diungkap Polres Semarang, di mana generasi muda masih menjadi target utama.

Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa sangat penting untuk memberikan himbauan dan penyuluhan langsung di masyarakat.

“Adanya indikasi gangguan kamtibmas harus segera dikoordinasikan untuk mencari penyelesaiannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD, Kejaksaan, Pengadilan, dan Forkopimda, untuk bersama-sama mengantisipasi potensi kerawanan hingga tingkat desa.

Senada, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro Koedoes menekankan pentingnya deteksi dini di tingkat kelurahan maupun desa.

“Deteksi dini merupakan langkah penting untuk mengantisipasi munculnya gerakan negatif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tiga pilar di Kabupaten Semarang meneguhkan komitmen menjaga sinergi, koordinasi, dan kolaborasi demi menciptakan rasa aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *