Revitalisasi Tahap Pertama Kawasan Pecinan Kota Semarang Rampung
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menyelesaikan tahap pertama revitalisasi kawasan Pecinan. Program ini mencakup perbaikan jalan, pedestrian, saluran air, dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas, seperti Jalan Pekojan, Gang Mangkok, Gang Pasar Baru, Gang Gambiran, Jalan Inspeksi, dan Gang Cilik. Proyek tersebut menelan biaya Rp10,5 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau Mbak Ita, menyampaikan bahwa revitalisasi ini bertujuan menjadikan kawasan Pecinan sebagai pusat perdagangan dan wisata yang terintegrasi dengan Kota Lama dan Kampung Melayu.
“Dengan penataan ini, diharapkan wisata Semarang Lama dapat menggeliat, mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat identitas budaya,” tutur Mbak Ita, pada Jumat, 10 Januari 2025.
Revitalisasi kawasan Pecinan akan dilakukan secara bertahap. Setelah tahap pertama rampung pada Desember 2024, tahap kedua akan segera dimulai pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar. Sementara itu, tahap ketiga direncanakan menghabiskan Rp36 miliar. Saat ini, Pemkot Semarang tengah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk tahap kedua agar pengerjaan dapat segera dilakukan.
Mbak Ita menambahkan bahwa revitalisasi ini juga bertujuan mengembalikan “marwah” Pecinan, tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah kawasan tersebut.
“Pecinan Semarang sendiri memiliki akar sejarah panjang sejak tahun 1679, ketika komunitas Tionghoa mulai bermukim di daerah tersebut. Salah satu ikon kawasan ini adalah Kelenteng Tay Kak Sie, yang kerap menjadi tujuan wisata religi dan budaya,” ujar Mbak Ita.
Keberadaan Kelenteng Tay Kak Sie serta kawasan Pecinan secara keseluruhan diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama menjelang perayaan Imlek.
“Revitalisasi ini diharapkan mendongkrak aktivitas ekonomi kawasan sekaligus menjadikannya pusat budaya Tionghoa yang otentik,” imbuhnya.
Dengan integrasi kawasan Pecinan, Kota Lama, dan Kampung Melayu, Pemkot Semarang optimistis dapat menghadirkan pengalaman wisata budaya yang berkelas, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.(sun)

