Stasiun Alastua
Stasiun Alastua Semarang.(Foto Ist)

Stasiun Alastua, Gerbang Baru Transportasi dan Investasi di Timur Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Stasiun Alastua kini menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan transportasi di wilayah timur Kota Semarang.

Terletak di jalur lintas utara Jawa yang strategis, stasiun ini menunjukkan potensinya sebagai gerbang transportasi dan investasi baru di kawasan tersebut.


Meski berstatus sebagai stasiun kecil, Stasiun Alastua memiliki luas aset 90.250 meter persegi, membuka peluang besar untuk pengembangan layanan kereta api dan pemanfaatan lahan secara produktif.

Berada di ketinggian +6 meter di atas permukaan laut, stasiun ini menjadi akses terdekat dari Kota Semarang menuju Demak, Kudus, Pati, dan Jepara.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan sejak September 2024 pihaknya menambah layanan KA Banyubiru relasi Semarang Tawang–Solo Balapan pp yang juga berhenti di Stasiun Alastua. Dalam satu tahun, volume penumpang naik turun di stasiun ini mencapai 10.534 orang.

“Stasiun Alastua berperan strategis dalam pengembangan jaringan transportasi perkotaan dan kawasan industri. Letaknya dekat kawasan industri Genuk serta akses ke berbagai kabupaten di pantura timur, menjadikannya potensial sebagai simpul transportasi dan kawasan investasi baru,” ujar Franoto pada Senin (20/10).

Ia menambahkan, Stasiun Alastua juga memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia, Semarang Tawang–Tanggung, yang diresmikan pada 1867.

“KAI berkomitmen mengoptimalkan aset secara produktif agar Stasiun Alastua berkembang menjadi kawasan bernilai ekonomi bagi masyarakat Semarang timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *