Tim 61 KKN UNDIP Sosialisasi Pemanfaatan Kain Perca Menjadi Produk Bernilai
Tim 61 KKN UNDIP, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Kain Perca menjadi produk bernilai di Desa Babalan Kidul, Kabupaten Pekalongan.(Dok. Tim 61 KKN UNDIP)

Tim 61 KKN UNDIP Sosialisasi Pemanfaatan Kain Perca Menjadi Produk Bernilai

Oleh: Belinda Roseliani

Pada Selasa, 20 Januari 2026 Mahasiswa Tim 61 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 melakukan sosialisasi pemanfaatan kain perca kepada Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Babalan Kidul.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman budaya daur ulang limbah di Desa Babalan Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan
Jawa Tengah, didasarkan pada banyaknya  mata pencarian usaha konveksi di Desa Babalan Kidul. Khususnya bidang usaha “konveksi” yang memproduksi celana jeans.

Dalam proses produksi celana jeans kerap kali terjadi kesalahan ataupun kelalaian yang menghasilkan barang “reject” atau barang yang tidak memenuhi standar pakai, sehingga barang tersebut tidak dapat dilanjutkan dalam proses produksi dan menjadi limbah tidak terpakai yang biasanya dibakar atau dikumpulkan oleh para pengepul.

Namun, sebetulnya barang “reject” yaitu kain perca jeans memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan kembali untuk diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual yang dapat memberikan keuntungan.

Berdasarkan permasalahan dan potensi yang dipaparkan, kegiatan sosialisasi menjadi hal yang penting sebagai untuk menjawab kendala yang terdapat di Desa Babalan Kidul.

Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi pemanfaatan kain perca konveksi menjadi produk bernilai jual yang dijelaskan oleh Mahasiswi S1 Administrasi Bisnis FISIP UNDIP, Belinda Roseliani.

Muatan materi yang disampaikan memuat tips memanfaatkan kain perca menjadi produk yang memiliki nilai jual, tips menganalisis potensi produksi dan strategi pengelolaan bisnis.

Kemudian kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan praktik langsung membuat gantungan kunci dari kain perca.

Kegiatan praktik langsung berjalan sangat baik dan antusias dari warga untuk membuat gantungan kunci sangat tinggi.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pemberian hadiah sabun dan deterjen kepada ibu-ibu PKK Desa Babalan Kidul yang berhasil membuat gantungan kunci terbaik, sekaligus diakhiri dengan tanggapan dari ibu-ibu PKK Desa Babalan Kidul mengenai pelaksanaan sosialisasi pemanfaatan limbah konveksi kain perca yang telah dilaksanakan.

Dengan telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Desa Babalan Kidul akan pentingnya budaya mendaur ulang limbah.

(Belinda Roseliani adalah Mahasiswi S1 Administrasi Bisnis FISIP UNDIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *