Polres Semarang
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, bersama Kasi Pullahjianta Kompol Irwan Andetta, melakukan kunjungan kerja ke ruang TMC Satlantas Polres Semarang, Minggu (30/11).(Dok Humas Polres)

Tingkatkan Kemampuan ETLE, Dirgakkum Korlantas Polri Kunjungi TMC Satlantas Polres Semarang

UNGARAN[BahteraJateng] – Upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan terus diperkuat oleh Korlantas Polri. Pada Minggu (30/11), Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, bersama Kasi Pullahjianta Kompol Irwan Andetta, melakukan kunjungan kerja ke ruang Traffic Management Center (TMC) Satlantas Polres Semarang.

Rombongan diterima Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Kasat Lantas AKP Lingga Ramadhani, serta para Kanit Satlantas.


Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Faizal memantau secara langsung proses monitoring pelanggaran lalu lintas yang terekam melalui kamera CCTV di ruang TMC. Ia juga memberikan arahan terkait penguatan sistem identifikasi dan penindakan pelanggaran.

Brigjen Faizal menegaskan bahwa Korlantas saat ini mengedepankan kebijakan penindakan berbasis teknologi, yakni 95 persen menggunakan ETLE dan 5 persen melalui tilang manual.


Polres Semarang sebagai salah satu wilayah penyangga ibu kota provinsi, disebutnya telah memiliki sejumlah kamera ETLE yang terhubung langsung dengan sistem Korlantas Polri,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan penambahan sekitar 50 titik kamera ETLE di wilayah Kabupaten Semarang. Selain itu, peningkatan perangkat Hand Held atau alat perekam tilang juga menjadi fokus dalam kunjungan tersebut.

Menurut Brigjen Faizal, penerapan ETLE bukan semata untuk mencari kesalahan pengguna jalan, melainkan sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan.

“Kecelakaan terjadi diawali dari pelanggaran. Dengan penegakan tilang dan didukung kesadaran masyarakat, fatalitas kecelakaan bisa berkurang,” katanya.

Ia menambahkan, kamera ETLE juga berperan sebagai sarana pemantauan arus lalu lintas secara terpusat.

“Sistem tersebut dinilai sangat membantu, terutama dalam menghadapi potensi kemacetan atau gangguan lalu lintas saat operasi terpusat seperti Nataru dan Ketupat,” pungkasnya.

Kunjungan diakhiri dengan evaluasi teknis terkait optimalisasi fungsi TMC agar pelayanan dan pengawasan lalu lintas di wilayah Kabupaten Semarang semakin efektif dan responsif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *