Tim Ekspedisi Patriot UNDIP
Rektor UNDIP Prof Suharnomo, melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot, di Lapangan Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Sabtu (23/8).(Foto Ist)

UNDIP Lepas 285 Peserta Ekspedisi Patriot ke 13 Provinsi

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot yang akan melaksanakan misi pengabdian masyarakat, penelitian, dan penjelajahan di wilayah transmigrasi.

Pelepasan berlangsung di Lapangan Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang pada Sabtu pagi (23/8), dipimpin Rektor Prof. Suharnomo, didampingi jajaran pimpinan universitas.

Sebanyak 285 peserta yang terdiri atas mahasiswa, alumni, dan dosen dari berbagai fakultas mengikuti ekspedisi ini. Mereka akan bertugas selama empat bulan dengan agenda penelitian lapangan, edukasi masyarakat, pengembangan potensi daerah, hingga promosi nilai kebangsaan.

Rektor UNDIP menegaskan, ekspedisi ini bukan sekadar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sarana menanamkan semangat patriotisme.

“Saudara-saudara adalah insan terpilih yang menjadi representatif UNDIP. Kehadiran Saudara diharapkan memberikan manfaat nyata bagi wilayah yang menjadi tujuan,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para peserta menghormati budaya dan kearifan lokal. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati adat istiadat di tempat Saudara berada. Jadilah penggerak yang memberikan inspirasi dan optimisme,” imbuhnya.

Ekspedisi Patriot merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi yang melibatkan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, termasuk UNDIP.

Program ini menugaskan peneliti muda ke kawasan transmigrasi untuk mengkaji potensi sumber daya, mengidentifikasi komoditas unggulan, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan.

Prof. Wiwandari Handayani, guru besar Fakultas Teknik UNDIP sekaligus penanggung jawab ekspedisi, menjelaskan bahwa peserta akan lebih dulu mendapat pembekalan dari Kementerian Transmigrasi.

“Tujuannya adalah agar lokasi transmigrasi nantinya tidak hanya menjadi tempat pemindahan penduduk, tetapi berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Selama empat bulan, tim akan menjelajahi 13 provinsi, 35 kabupaten, dan 57 kawasan transmigrasi. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemetaan potensi sumber daya, pendampingan UMKM, pelatihan teknologi tepat guna, hingga edukasi lingkungan.

Ekspedisi ini diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi. Kegiatan dijadwalkan berlangsung 26–31 Agustus 2025 hingga berakhir 9 Desember 2025.

Diharapkan ekspedisi ini mampu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan masyarakat, sekaligus membuka potensi wilayah transmigrasi yang selama ini belum banyak tersentuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *