UNNES Dorong Budaya Inovasi Lewat Innovation Award 2025
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Innovation Award 2025 di Ruang Borobudur, Gedung LPPM pada Selasa (11/11).
Acara ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para inovator dari kalangan dosen, mahasiswa, pengelola jurnal, hingga mitra industri dan desa binaan.
Rektor UNNES, Prof. Martono, menyampaikan bahwa penghargaan ini bertujuan memperkuat ekosistem inovasi serta mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
“Hasil riset harus dihilirkan, baik melalui jalur bisnis agar bisa diproduksi massal maupun melalui jalur pengabdian agar manfaatnya dirasakan langsung oleh publik,” ujarnya.
Tahun ini, UNNES memberikan penghargaan dalam 12 kategori, di antaranya Dosen Terinovatif, Mahasiswa Terinovatif, Dosen dengan Paten dan Desain Industri Terbaik, Pengabdi dan Peneliti Terinovatif, Jurnal dengan Sitasi Scopus Terbanyak, serta penghargaan bagi desa, tokoh lokal, startup, dan perusahaan peduli lingkungan.
Beberapa penerima penghargaan antara lain Eny Widhia Agustin (FT) dengan inovasi Natural Body Scrub Soap; Prof. Juhadi (FISIP) melalui sistem LINDU-V2 berbasis AI dan IoT; serta Tubagus Fauzan Adzima (FT) dengan inovasi Autonomous Twin Motor UAV.
Selain penghargaan, kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Yos Sunitiyoso, Chairul Hudaya, dan Ida Rahmi Kurniasih, yang membahas strategi hilirisasi inovasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri.
Melalui Innovation Award 2025, UNNES menegaskan komitmennya sebagai universitas berorientasi konservasi dan inovasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya riset berkelanjutan, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta mendorong kontribusi nyata civitas akademika bagi pembangunan daerah dan nasional.(day)

