Wisatawan Butuhkan Pertunjukkan Budaya di Tempat Menginap
JAKARTA [BahteraJateng]- Survei SiteMinder Changing Traveller Report 2025 menyebutkan wisatawan mencari penginapan tidak hanya menambah pengalaman liburan melainkan mengedepankan budaya dan adat istiadat setempat.
Sekitar 12.000 responden pada survei akomodasi terbesar di dunia menunjukkan wisatawan bijak rela merogoh kocek untuk menikmati pengalaman tersebut.
Country Manager, SiteMinder Indonesia, Rio Ricaro mengatakan, wisatawan kategori ini sadar dan bersedia mengeluarkan uang untuk hal lebih penting dan sesuai dengan nilai mereka.
“Termasuk membayar biaya tambahan untuk semua jenis penginapan ramah lingkungan, terlepas dari keterbatasan anggaran,” kata Rio, dalam siaran rilisnya, Jumat (212).
Oleh sebab itu, kata dia, penyedia penginapan harus melihat peluang tersebut. Wisatawan semakin memperhatikan hal-hal lebih detil di luar hiburan dan fasilitas biasa.
“Pengelola hotel harus berusaha menyediakan fasilitas untuk meningkatkan kenangan khusus dan perasaan keterikatan,” terang Rio.
Menurut dia, faktor-faktor pendorong untuk kembali ke sebuah hotel seperti momen pengalaman tak terlupakan seperti makanan, minuman dan layanan spa (37 persen).
Sedangkan, hubungan erat dengan budaya atau komunitas lokal juga disukai, dengan 20% wisatawan menyebutnya sebagai faktor penting.
“Wisatawan tahun 2025 menginginkan hotel-hotel untuk melakukan hal-hal mendasar dengan benar, sekaligus menawarkan lebih. Di sinilah ekspektasi dari wisatawan yang sadar akan kebutuhannya berperan,” kata dia.
Dia melanjutkan, kenyamanan memang penting tapi hotel juga harus menekankan nilai akomodasi terintegrasi erat dengan suatu area daripada terpisah dari area tersebut.
Meski demikian, detail setiap kamar juga berperan. Bantal dan tempat tidur (56%), pemandangan (53%), pengatur suhu (35%), TV dan audio (35%), penyediaan bak mandi (30%), dan tekanan air pancuran (29%) merupakan beberapa fitur paling penting bagi para turis secara umum.
“Namun jangan khawatir jika handuk tidak terlipat dengan sempurna setiap harinya empat dari lima wisatawan senang menemukan handuk mereka digantung di kamar mandi, atau dilipat, atau bahkan digulung di tempat tidur,” terang dia.

