Jateng Penyumbang Terbesar Keempat Perekonomian Pulau Jawa
SEMARANG [BAHTERA JATENG]- Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar keempat perekonomian Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 14,5 persen.
“Setelah DIY Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten baru Jateng,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih di sela-sela rilis indikator strategis Jawa Tengah, Selasa (5/11).

Dia melanjutkan, perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan III-2024 (y-on-y) tercatat mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 4,93 persen.
“Capaian pada triwulan ini sama jika dibandingkan Triwulan III-2023 yang juga tumbuh sebesar 4,93 persen,” kata dia.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan III-2024 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp459.046,35 Miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp291.550,89 Miliar.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yaitu sebesar 10,23 persen,” kata dia.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, kata dia, kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yaitu sebesar 16,29 persen.
“Dibandingkan dengan kinerja pada Triwulan II-2024, ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III-2024 tumbuh sebesar 1,05 persen (q-to-q),” kata dia.
Dia melanjutkan, dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh sebagian besar lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha konstruksi tumbuh sebesar 9,72 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen mengalami kenaikan paling tinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 7,87 persen.
Sementara itu, perekonomian Jawa Tengah secara kumulatif sampai dengan Triwulan III-2024 (c-to-c) juga tercatat mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 4,94persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 10,47 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, kinerja ekonomi Jawa Tengah yang mengalami kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yaitu sebesar 18,75 persen.
Secara struktur, lapangan usaha Industri Pengolahan mendominasi struktur ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III-2024 dengan kontribusi sebesar 33,31 persen.
“Sedangkan, dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) dengan kontribusi sebesar 61,18 persen,” terang dia.

