MUI Jateng Akan Gelar Jambore Nasional Muallaf di Asrama Haji Donohudan
SEMARANG[BahteraJateng] – Muallaf Center Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah akan menggelar Jambore Nasional Muallaf , direncanakan akan diikuti 750 orang yang baru memeluk agama Islam (muallaf) di asrama haji Donohudan Solo awal 2025 mendatang
Sekretaris Muallaf Center MUI Jateng KH Dr Multazam Ahmad, MA mengatakan jambore dijadwalkan berlangsung selama tiga hari,14 – 16 Februari 2025 dan akan dibuka Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasarudin Umar, MA. Kegiatan ini akan diikuti utusan Rumah Muallaf yang tersebar di berbagai kabupaten / kota se-Indonesia.

“Semula kami jadwalkan kegiatan ini akan digelar pada pertengahan Desember 2024, namun karena asrama haji Donohudan hingga akhir januari tahun depan dipakai untuk kegiatan oleh berbagai pihak, maka jambore kami undur menyesuaikan kesiapan asrama haji Donohudan,” kata Multazam dalam acara silaturahmi pengurus MUI Jateng dengan MUI Kabupaten Kendal di Semarang, Selasa (26/11/2024)
Menurutnya, pembinaan kepada para muallaf melalui rumah-rumah muallaf di tiap kabupaten/kota selama ini menjadi salah satu program prioritas MUI Jateng yang secara khusus dikoordinasikan lembaga Muallaf Center, salah satu perangkat MUI di tingkat provinsi.

Atas perubahan waktu jambore, lanjutnya, calon-calon peserta kegiatan memiliki jeda waktu yang lebih panjang sehingga dapat lebih mematangkan persiapannya, termasuk rumah-rumah muallaf di 35 kabupaten/kota se-Jateng.
Rencana pelaksanaan jambore muallaf juga menjadi pembicaraan dalam silaturahmi MUI Jateng – MUI Kendal yang berlangsung di gedung KH MA Sahal Mahfudz, kantor MUI Jateng, komplek masjid raya Baiturrahman Semarang.
Ketua umum MUI Kabupaten Kendal, KH M Asroi Thohir mengatakan kesiapannya untuk mengirimkan utusan dalam kegiatan jambore itu, karena selama ini MUI Kendal secara intens memberi pembinaan kepada para muallaf.
“Pada kesempatan ini pula kami sampaikan bahwa MUI Kendal telah menjalankan berbagai program keummatan diantaranya pembinaan muallaf, sosialisasi produk halal, pencegahan berkembangnya penyakit masyarakat seperti narkoba, kenakalan remaja dan sebagainya,” ujarnya.
Terkait dengan dinamika masyarakat menjelang pelaksanaan pilkada serentak, MUI Kendal mengharapkan ada arahan-arahan dari MUI Jateng untuk dijadikan bekal dalam mengambil sikap ketika menghadapi berbagai persoalan yang terkait dengan kontestasi pada pesta demokrasi itu.
Ketua umum MUI Jateng, KH Dr Ahmad Darodji mengharapkan agar para pengurus MUI proporsional dalam merespon kontestasi pilkada, MUI harus diposisikan netral, sedang hak pribadi-pribadi pengurus sangat dihormati.
“Monggo program MUI terus kita jalankan, masalah pilkada itu hal yang biasa, beda pilihan juga biasa , namun MUI jangan diseret-seret dalam urusan politik praktis. Terkait dengan rencana jambore nasional muallaf di Solo mari kita sukseskan bersama,” tuturnya.(sun)

