Didemo Warga, Kades Kreman Tegal Akui Korupsi Dana Desa
TEGAL[BahteraJateng] – Ratusan warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal menggelar aksi demonstrasi di Balai Desa Kreman pada Senin, 6 Januari 2025. Mereka menuntut Kepala Desa Kreman, Wahyono, segera mengundurkan diri dari jabatannya akibat dugaan korupsi Dana Desa.
Salah satu warga dari Pedukuhan Wanagopa, Bambang Sugiarto, mengungkapkan bahwa warga sudah kehilangan kepercayaan terhadap Wahyono.
“Beliau sering membodohi warganya. Kami mendesak beliau mundur karena diduga telah korupsi Dana Desa tahun 2022 dan 2024,” tegasnya.
Aksi tersebut berlangsung ricuh, namun situasi berhasil dikendalikan oleh Camat Warureja, Aji Wiratno, yang hadir bersama Kapolsek Warureja dan Komandan Koramil setempat.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kreman, Abdul Rosul, menyebut ada 14 proyek pembangunan desa yang tidak dikerjakan meski anggarannya sudah tersedia dari Dana Desa tahun 2024. Selain itu, honor ketua RT dan RW juga belum dibayarkan selama empat bulan.
“Kami sudah meminta penjelasan, tetapi tidak ada respons yang memadai. Situasi ini tidak bisa dibiarkan,” kata Abdul Rosul.
Camat Warureja, Aji Wiratno, mengatakan bahwa permasalahan ini akan dilaporkan ke Bupati Tegal melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades).
“Karena SK pengangkatan Kepala Desa berasal dari Bupati, maka penyelesaiannya harus sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Aji.
Dalam wawancara dengan awak media, Wahyono mengakui telah menggunakan Dana Desa untuk kepentingan pribadi.
“Saya gunakan uang itu untuk membayar hutang-hutang kampanye saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa,” katanya tanpa rasa penyesalan.
Pengakuan Wahyono ini semakin memicu kemarahan warga. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas untuk menuntaskan dugaan korupsi tersebut dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.(sun)

