(Baris depan, nomor 2 dari kiri) anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, saat mengikuti sidang paripurna.(Foto Ist)
|

Dini Inayati: Kolaborasi Antar Daerah, Kunci Selesaikan Kebutuhan Hunian

SEMARANG[BahteraJateng] – Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, menyoroti persoalan backlog kebutuhan hunian di Kota Semarang yang diperkirakan mencapai 624.906 unit hingga tahun 2045.

Dini Inayati menyerukan perlunya langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kesulitan mendapatkan akses ke perumahan layak.


“Kita harus mengatasi backlog kebutuhan hunian yang terus meningkat,” tegas Dini Inayati, Jumat (24/1).

Ia menambahkan, banyak keluarga MBR terpaksa tinggal di tempat yang tidak layak karena keterbatasan finansial.

Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS ini mendukung program “TUKU LEMAH OLEH OMAH” sebagai solusi strategis untuk membantu masyarakat berpenghasilan terbatas memiliki rumah. Menurutnya, program ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kemiskinan di Semarang.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan dalam pengembangan permukiman, khususnya di kawasan Tembalang yang memiliki potensi besar.

“Dalam proses perizinan pembangunan perumahan, baik pihak swasta maupun BUMN, harus mempertimbangkan keseimbangan ekosistem agar pembangunan tidak menimbulkan bencana seperti banjir,” ujar Dini.

Untuk mengatasi tantangan penyediaan hunian, Dini mengusulkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten lain. Ia menilai sinergi antardaerah dapat meningkatkan kapasitas penyediaan perumahan yang layak dan berkelanjutan.

“Kerjasama dengan daerah lain sangat penting untuk menciptakan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi masalah perumahan di kota Semarang,” pungkas Dini.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah kota dan kabupaten dapat menjadi kunci dalam mengatasi masalah hunian yang kompleks, sehingga kebutuhan perumahan bagi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *