Usman Amirodin.(BahteraJateng)
|

Surat Terbuka kepada Para Ketua Parpol dan APH

Oleh: Usman Amirodin

Memperhatikan tulisan Bapak Prabowo Subianto dalam bukunya Paradox Indonesia halaman 13:Namun, seperti saudara dapat lihat dan rasakan sendiri, setelah 75 tahun lebih merdeka, keadilan dan kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia belum tercapai. Malah kita sekarang ada di persimpangan jalan. Jika kita salah melangkah, bukan tidak mungkin kita terperosok menjadi negara gagal.”

Narasi tersebut menginspirasi saya untuk berbagi rasa dan kegelisahan kepada Bapak-Bapak yang saya hormati. Saat ini, kita telah memasuki Era Baru, Wajah Baru, bukan lagi berada dalam lingkaran rezim sebelumnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Kesan masyarakat, khususnya para aktivis pergerakan yang memperjuangkan keadilan, tegaknya hukum (law enforcement), dan ketaatan terhadap konstitusi, sangat prihatin terhadap kondisi bangsa.

Kepemimpinan sebelumnya dinilai kurang mampu mengelola negara sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, bahkan terkesan berpihak kepada kepentingan asing dan oligarki kapitalis yang menguasai perekonomian nasional.

Kini saatnya kita semua bangkit bersama, melepaskan diri dari penjajahan dalam bentuk baru — baik dari luar maupun dari dalam negeri oleh para penghianat bangsa yang membuka celah bagi intervensi, infiltrasi, bahkan aneksasi atas tanah-tanah rakyat.

Kepada Para Ketua Partai Politik,
Kami berharap Bapak-Bapak sekalian benar-benar patuh dan menjalankan amanat konstitusi. Nasib bangsa dan negara ini ada di tangan Bapak-Bapak.

Kepada Aparat Pertahanan,
Kami memohon agar kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap teguh dan tidak diganggu pihak asing, sebagaimana salah satu butir Astacita Presiden Prabowo:”Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.”

Kepada Aparat Penegak Hukum,
Kami berharap agar hukum benar-benar dihormati dan ditegakkan secara adil. Aparat hendaknya menghindari kesan sebagai alat dari oknum pejabat maupun kelompok tertentu.

Saat ini tengah berlangsung konflik hukum terkait ijazah Presiden Jokowi yang mendapat sorotan dari para aktivis. Kami memohon dengan hormat kepada aparat penegak hukum untuk bertindak arif, bijaksana, dan adil, agar proses hukum ini tidak menimbulkan ekses yang dapat merugikan bangsa dan negara.

Marilah kita membuka lembaran baru, meluruskan perjalanan bangsa dengan semangat Kartini: “Habis Gelap, Terbitlah Terang.”

Semoga pertolongan Allah SWT segera turun kepada bangsa Indonesia.
Aamiin.

(Usman Amirodin, Solo, 28 April 2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *