DEMA FITK UIN Walisongo dan Yayasan Pendidikan Digdaya Book menyelenggarakan launching 30 Buku Ber-ISBN Karya Mahasiswa FITK pada di Teater FSH Kampus 3, Rabu (11/6).(Foto Ist)

Luncurkan 30 Buku Mahasiswa, FITK UIN Walisongo Aktifkan Jejak Literasi Kampus

SEMARANG[BahteraJateng] – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia literasi nasional.

Dalam acara peluncuran bertajuk “Menulis adalah Kerja-Juang di Setiap Ruang”, sebanyak 30 buku karya mahasiswa FITK resmi diluncurkan dengan nomor ISBN di Teater Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Kampus 3 pada Rabu (11/6).


Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FITK dan Yayasan Pendidikan Digdaya Book. Peluncuran dihadiri oleh Dekan FITK Prof. Fatah Syukur, Wakil Dekan I Prof. Mahfud Junaedi, dan Ketua Yayasan Digdaya Book sekaligus dosen FITK, Muhamad Syafiq Yunensa.

Dalam sambutannya, Prof. Fatah menekankan bahwa karya tulis merupakan bagian penting dari pencapaian akademik mahasiswa.

Menurutnya, literasi bukan sekadar pelengkap perkuliahan, melainkan salah satu indikator keberhasilan mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai keilmuan dan sosial.

“Prestasi itu tidak hanya diukur dari IPK, tetapi dari bagaimana mahasiswa menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya. Buku-buku ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa FITK mampu melangkah lebih jauh melalui tulisan,” ujar Prof. Fatah.

Senada dengan itu, Muhamad Syafiq Yunensa menyebut menulis sebagai bentuk kerja-juang intelektual yang tidak terbatas ruang dan status. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan menulis sebagai alat perjuangan dan transformasi sosial.

“Menulis bisa dilakukan siapa pun, dari profesi apa pun. Apalagi mahasiswa, sebagai bagian dari kelompok terdidik, sudah selayaknya menjadi pelopor dalam gerakan literasi,” tegas Syafiq.

Acara berlangsung meriah dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, perwakilan organisasi kampus, dan media partner.

Dalam sesi seminar yang turut digelar, peserta mendapatkan dorongan kuat untuk terus menulis dan menerbitkan karya, sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat dan bangsa.

Sebanyak 30 buku yang diluncurkan mencakup berbagai genre, mulai dari fiksi, puisi, esai, autobiografi, hingga kajian pendidikan dan sosial. Buku-buku ini merupakan hasil karya mahasiswa dari berbagai program studi seperti PAI, PBA, PIAUD, PGMI, dan PBI.

Berikut adalah beberapa judul unggulan: Ruang Monolog karya Anggun Afri Listiana (PAI), The Fated Foes karya Dewi Kusumadani (PAI), Konsep Genuine Pendidikan Pesantren karya Firda Rahmatun Nuzula (PAI), Perempuan Bunga Raya karya Sofyan Hadi (PBA), Aku Mahasiswa, Maka Aku Bergerak karya M. Novan Hermando (PBI), Langkah PMII dalam Jalan Terjal Demokrasi karya PMII Rayon Abdurrahman Wahid (FITK), Mozaik Imaji: Kisah dari Beragam Suara karya PBI B 2024.

Dengan peluncuran ini, FITK UIN Walisongo menegaskan komitmennya dalam mendorong gerakan literasi kampus sebagai wadah produktivitas, pemikiran kritis, dan kontribusi nyata mahasiswa di tingkat nasional.

“FITK ingin terus mencetak penulis-penulis muda yang tidak hanya mampu berpikir tajam, tapi juga sanggup menuangkannya dalam karya yang bermanfaat luas,” pungkas Prof. Fatah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *