Ulama Jangan Lelah Membimbing dan Melindungi Umat
SEMARANG[BahteraJateng] – Kendati tugas tidak semakin ringan di era serba digital seperti sekarang ini, namun Ulama sebagai pewaris nabi (waratsatul anbiya) diharapkan tidak lelah dalam mengemban amanat sebagai pembimbing umat.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Drs KH Ali Mufiz MPA mengatakan, tugas ulama sebagai pewaris nabi (warasatul anbiya) di zaman serba digital tidak semakin ringan.
” Berbagai persoalan umat datang silih berganti dan butuh jawaban dari ulama sebagai pedoman umat,” kata Ali Mufiz saat menyampaikan refleksi 50 Tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung KH MA Sahal Mahfudh, Kantor MUI Jateng Kompleks Masjid Raya Baiturrahman Jateng, Simpanglima Semarang pada Kamis (24/7).
Menurutnya, Ulama mempunyai tugas khadimul ummah (pelayan umat), himayatul ummah (pelindung umat) dan pada sisi yang lain berfungsi sebagai shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah). Jadi jangan sampai ulama lelah dalam membimbing dan melindungi umat,
Upacara Tasyakuran HUT Ke-50 MUI diawali dengan shalat zuhur berjamaah, kemudian pemotongan tumpeng oleh Sektretaris Umum KH Muhyiddin diserahkan kepada Ketua Dewan Pertimbangan KH Ali Mufiz. Direktur LPPOM MUI Prof Dr KH Ahmad Rofiq MA kemudian menyerahkan kue ulang tahun kepada Ketua MUI Drs H Musman Thalib.
Pembacaan tahlil dipimpin KH Ahmad Hadlor Ihsan, pengasuh Pondok Pesantren AlIslah Mangkang Kulon Semarang dan doa khatmil Quran dipimpin Ir KH Hammad Maksum AlHafidz (Gus Hammad) pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Quran Kauman Semarang.
Ali Mufiz yang mantan Gubernur Jateng itu mengungkapkan perasaan sedihnya setiap hari disuguhi berita para pejabat dan pimpinan BUMN yang terlibat kasus korupsi.
Ia meminta para ulama untuk terus bersuara mengingatkan para pejabat dan pimpinan negara untuk bersikap jujur, adil dan tidak korupsi.
Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan, profil ulama di zaman digital yaitu ahlun fi zamanihi atau alimun fi zamanihi artinya menguasai isu-isu aktual yang berkembang di zamannya dan tidak ketinggalan zaman.
‘’Jangan sampai ulama di zaman digital gagap teknologi alias gaptek. Setidak-tidaknya mampu berinteraksi dan menggunakan teknologi informasi. Apalagi sekarang sudah bergeser ke AI (artificial intelligence). Anak-anak muda akan mencari fatwa ke sana,’’ katanya.
Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam rangka setengah abad Majelis Ulama Indonesia. Kegiatan telah diawali ziarah ke sejumlah makam para ulama yang pernah memimpin MUI Jateng, antara lain Ketua Umum MUI Jateng KH MA Sahal Mahfudh di kompleks pemakaman Waliyullah KH Mutamakin, Kajen, Margoyoso Pati beberapa waktu lalu.
Sekretaris Umum MUI KH Muhyiddin menambahkan ziarah kubur akan dilanjutkan di makam KHM Amin Sholeh, KH Sahlan Rasyidi dan KH Ahmad Abdul Hamid Kendal.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Prof Dr KH Ahmad Rofiq MA, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng, Prof Dr KH Imam Taufiq MAg, Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof Dr KH Imam Yahya, Ketua PCNU Kota Semarang Dr KH Anasom M.Hum dan para pengurus MUI Jateng.(sun)

