Bupati Jepara Witiarso Utomo, Satria Akselerasi Infrastruktur
JEPARA[BahteraJateng] -Bupati Jepara Witiarso Utomo sejak awal kepemimpinannya memiliki jargon ”Mulus”. Jargon ini sebenarnya merupakan bagian dari visinya, yaitu membangun Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus)
Jargon Mulus ini rupanya juga menjadi daya tarik bagi masyarakat di tengah infrastruktur Jepara, terutama akses jalan yang tidak baik.

Jargon ini langsung dikaitkan dengan harapan masyarakat untuk bisa mengakses jalan yang mulus.
Tak butuh waktu lama, Witiarso Utomo di awal tahun kepemimpinannya, langsung melakukan pembenahan infrastruktur, terutama jalan, jembatan, dan gorong-gorong. Selain tersebut, Mas Wiwit,panggilan akrab Bupati, juga membangun infrastruktur Gedung sekolah.
Tahun 2025, pria kelahiran 18 April 1982 ini langsung menargetkan perbaikan jalan Kabupaten sepanjang 106 kilometer.
Jalan sepanjang tersebut meliputi peningkatan jalan sepanjang 70 kilometer, pelebaran jalan sepanjang 7,3 kilometer, pemeliharaan jalan sepanjang 19,9 kilometer, serta rekontruksi sepanjang 9 kilometer. Anggaran yang digelontor mencapai Rp133 miliar.
Tak hanya membangun jalan, Pria yang akrab disapa Mas Wiwit juga melakukan berbagai lobi ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Hasilnya, sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional juga ikut mulus. Beberapa proyek pembangunan jembatan dan gorong-gorong langsung dilakukan pada tahun ini juga.
Tak hanya infrastruktur jalan, infrastruktur sekolah juga menjadi perhatian utamanya. Ketika mengetahui ada ratusan sekolah rusak di Jepara, pria yang memulai karirnya di bisnis startup ini langsung melakukan lobi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mas Wiwit menemui Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan mengajukan bantuan Rp 59,9 miliar untuk bantuan perbaikan sekolah dan Rp 9 miliar untuk LKP.
Tak sia-sia, bak gayung bersambut, pada Tahun 2025 ini, Pemerintah Pusat menjawab permohonan bantuan perbaikan sekolah.
Maka dengan sigap Pemkab Jepara merevitalisasi sedikitnya 96 sekolah di Jepara,berkat gelontoran anggaran sebesar Rp45 Miliar dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Tak hanya tahun ini, Witiarso meyakini, program revitalisasi satuan pendidikan akan berlangsung beberapa tahun mendatang.

