FKUB Jateng
Kegiatan Silaturahim Kebangsaan dan Penguatan Moderasi Beragama di Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Monumen PKK Jateng, Ungaran Semarang, Kamis (23/4/2026).(Dok. FKUB Jateng)
|

Gubernur Jateng Minta Tokoh Agama Tidak Lelah Nasehati Kepala Daerah Dalam Pelihara Kerukunan

SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi minta kepada para tokoh agama agar tidak lelah memberi masukan kepada para kepala daerah di Jateng agar membuka diri untuk menerima berbagai masukan dari berbagai pihak dalam upaya memelihara kerukunan masyarakat.

Pesan gubernur Luthfi disampaikan melalui Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Jateng, Iwanudin Iskandar, saat menyampaikan pidato kunci dalam Silaturahim Kebangsaan dan Penguatan Moderasi Beragama di Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Monumen PKK Jateng, Ungaran Semarang pada Kamis (23/4/2026).


“Kami berharap para pemuka agama tidak lelah memberi masukan kepada para kepala daerah agar hati-hati dan selalu melakukan komunikasi dengan baik ketika berinteraksi masyarakat,” kata Iwanudin.

Menurutnya, karena kalau cara komunikasinya tidak baik akan memicu kesalahpahaman dan berujung mengganggu kerukunan. Karena itu dimohon kepada para agamawan untuk tidak jemu memberikan nasehat kepada siapa saja, terutama kepada para pimpinan di daerah agar selalu berkomunikasi dengan baik.


Kegiatan yang diikuti 100 peserta, utusan pengurus FKUB Kabupaten/Kota se-Jateng dan pengurus FKUB Muda Jateng ini diselenggarakan pengurus FKUB Jateng bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng.

Tampil sebagai narasumber Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, Sekretaris FKUB Jateng, KH Multazam Ahmad, dan dosen Fakultas Teologi UKSW Salatiga, Pdt Gunawan Yuli Suprabowo.

Sekretaris FKUB Jateng, KH Multazam Ahmad, mengatakan sesuai dengan peran dan fungsi yang diamanatkan, FKUB Jateng bersama FKUB Kabupaten/Kota se Jateng dan para tokoh lintas agama senantiasa mensosialisasikan dan menjaga kerukunan yang sudah tercipta.

” Warisan para leluhur kita, hidup rukun ditengah keragaman harus kita pertahankan terus, tidak hanya melalui sosialisasi saja tetapi melalui keteladanan berbagai hal para tokoh lintas agama,” katanya.

Untuk memelihara kerukunan, ujarnya bisa dilakukan dengan menciptakan rasa dan suasana saling percaya antar sesama dan saling menghormati perbedaan yang ada termasuk perbedaan agama yang dipeluk oleh masing-masing warga masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab dan Pdt Gunawan juga mengingatkan tingginya rasa percaya antar sesama ditengah keragaman yang ada jangan sampai diusik karena kalau rasa percaya goyah akan mengancam kerukunan yang ada.

“Di sini peran FKUB dengan semua jejaringnya berperan penting untuk menjaga kerukunan umat beragama. Kalau dalam hal perbedaan agama bisa rukun, maka akan berpengaruh positif pada bidang – bidang lain,” ujar Syaiful.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *