Gubernur Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam acara Silaturahim Halal Bihalal dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gradhika Bakti Praja kompleks Sekretariat Daerah Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Jumat (17/4).(Dok. BahteraJateng/SH)
|

Alumni PMII Harus Mampu Menjadi Pelaku Perubahan dalam Membangun Bangsa

SEMARANG[BahteraJateng] – Para mantan aktifis atau alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tersebar di seluruh wilayah pelosok Jawa Tengah jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus mampu menjadi bagian dari berbagai perubahan yang sekarang ini sedang berlangsung.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan sebagai kepala daerah dirinya melibatkan seluruh potensi sumberdaya manusia (SDM) Jateng dalam menyelesaikan berbagai problem yang ada di masyarakat, tidak terkecuali para mahasiswa dan mantan mahasiswa alumni PMII yang menekuni berbagai profesi diharapkan juga berpartisipasi menjadi pelaku perubahan untuk membangun bangsa


“Semua anggota DPR RI lintas partai, DPD dan para menteri yang berasal dari Jateng juga saya ajak bicara bagaimana membangun Jateng,” kata Luthfi saat menyampaikan sambutan dalam acara Silaturahim Halal Bihalal dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gradhika Bakti Praja kompleks Sekretariat Daerah Jateng, Jl Pahlawan Semarang pada Jumat (17/4).

Menurutnya, wilayah Jateng sangat luas, penduduknya 38 juta dan problematikanya sangat beragam, maka untuk menyelesaikannya dibutuhkan kemampuan yang berpangkal pada kekuatan supertim bukan superman.


Karena itu lanjutnya, PMII dan alumninya harus hadir bersama untuk mengambil peran melakukan perubahan, diantaranya turut mendukung kondusifitas wilayah. Terkait dengan kebijakan efisiensi anggaran dan kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh mengendurkan semangat kolaboratif yang sedang dibangun.

Kecilnya PAD bisa ditutup dengan pesatnya laju investasi yang saat ini mencapai angka Rp 110 Triliun, karena situasi kondusif banyak investor masuk, sehingga sektor riil bergerak.

Ketua PW IKA PMII Jateng, Prof. Musahadi, mengatakan semakin besarnya jumlah alumni PMII di Jateng diharapkan tidak menjadi beban masyarakat , tetapi mewujud menjadi potensi untuk kemajuan bangsa, khususnya di Jateng.

“Karena itu dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi antar alumni dengan potensi lain, terutama dengan gubenur Luthfi yang juga alumni PMII. Kami berharap momentum halal bihalal dan harlah ke-66 PMII tahun ini memicu munculnya semangat kolaborasi dan sinergi itu,” kata Prof Musa yang juga rektor UIN Walisongo Semarang.

Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Fathan Subchi, mengapresiasi gagasan gubenur Jateng dan IKA PMII Jateng yang bertekad membangun situasi kondusif daerah agar dinamika pembangunan terus menggeliat ditengah tekanan fiskal yang semakin berat.

“Apapun tantangannya mari kita hadapi dengan sangat kolaboratif dan mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki. Gairah alumni PMII dari Sabang sampai Merauke menunjukkan bahwa PMII semakin dewasa. Semoga dengan harlah ke 66 dan halal bihalal ini akan memperlancar kerja-kerja kolaboratif untuk membangun bangsa dan mensejahterakan masyarakat, ” kata Fathan yang juga anggota BPK RI.

Kegiatan yang diselenggarakan PW IKA PMII Jateng dan Pengurus Koordinator Cabang PMII Jateng ini diakhiri dengan taushiyah halal bihalal yang disampaikan oleh KH Habib Umar Mutahar dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman bersama.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *