Halalbihalal FKSP Semarang
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminudin (berbaju putih) memberikan sambutan pada Halalbihalal FKSP di Genuksari, Genuk, Semarang.(Dok. FKSP)

Halalbihalal FKSP Semarang Perkuat Ukhuwah dan Semangat Kampung Pancasila

SEMARANG[BahteraJateng] — Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) Kota Semarang menggelar kegiatan halalbihalal di Markas Kiai Santri Pancasila, Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk pada Selasa (14/4) malam. Kegiatan ini dihadiri para pendiri, pembina, pengurus, serta masyarakat setempat dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengapresiasi peran FKSP yang dinilai berhasil menjadi embrio lahirnya Kampung Pancasila di wilayah Genuk. Ia menilai FKSP mampu menjadi wadah pemersatu lintas organisasi kemasyarakatan Islam.

Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi bukan menjadi penghalang untuk bersatu, melainkan dapat dirangkul sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Ketua FKSP, Achmad Robani Albar, menjelaskan bahwa forum tersebut didirikan oleh sembilan tokoh dari berbagai organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, Ahmadiyah, dan ICMI. FKSP hadir untuk menjembatani perbedaan dan memperkuat ukhuwah islamiyah.

Ia menambahkan, FKSP tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Acara juga diisi dengan pembacaan salawat yang dipimpin oleh Gus Ali, yang menghadirkan suasana religius dan mempererat kebersamaan para peserta.

Selain itu, kegiatan ini turut diwarnai aksi sosial berupa pembagian sembako kepada warga kurang mampu dan penyerahan door prize. Pada kesempatan tersebut juga diumumkan program bedah rumah bagi warga, yang didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Genuk Pranyoto, Lurah Genuksari Waluyo, Kapolsek Genuk Rismanto, serta Danramil Genuk Rahmatullah.

Melalui kegiatan ini, FKSP diharapkan terus menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Ketua Dewan Syuro Sun Djok San dalam kesempatan itu membacakan puisi serta memberikan pesan.

“Dari Genuksari, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: bahwa ukhuwah, gotong royong, dan kebersamaan bukan hanya jargon, melainkan praktik hidup yang terus dijaga, dari warga, oleh warga, dan untuk bangsa,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *