SMPN 1 Rembang Gelar Bhakti Lingkungan di Pantai Kartini
REMBANG[BahteraJateng] – SMP Negeri 1 Rembang menggelar kegiatan kokurikuler bhakti lingkungan hidup di Taman Rekreasi Pantai Kartini, Rabu (20/5). Kegiatan tersebut melibatkan komite sekolah, dewan guru, staf tata usaha, siswa kelas 7 hingga 9, serta Ikatan Alumni SMPN 1 Rembang “Wiyata Madya Eka”.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala SMPN 1 Rembang, Nur Hasan. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali Taman Rekreasi Pantai Kartini sebagai ikon wisata Kabupaten Rembang.

“Saatnya Rembang bangkit dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Berharap Taman Kartini sebagai salah satu ikon penting di Rembang menjadi destinasi yang mengangkat kembali nama Rembang ke kancah nasional,” ujar Nur Hasan.
Ia juga menyinggung nilai sejarah Pantai Kartini yang sejak masa Adipati Singgih Djojo Adhiningrat dan R.A. Kartini kerap digunakan sebagai ruang publik dan tempat beristirahat keluarga pejabat Kabupaten Rembang.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa melakukan aksi bhakti lingkungan berupa penanaman sejumlah tanaman di kawasan Pantai Kartini.
Aktivis lingkungan hidup sekaligus pengurus IKA Wiyata Madya Eka, Achmad Rif’an mengatakan tanaman yang ditanam antara lain kawis dan sawo kecik untuk menambah kerapatan vegetasi di kawasan pantai.
“Tanaman yang ditanam kawis, sawo kecik, dan lain-lain untuk menambah kerapatan tegakan di Pantai Kartini,” ujarnya.
Menurut Rif’an, Pantai Kartini memiliki potensi menjadi taman keanekaragaman hayati sekaligus hutan kota yang memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi masyarakat.
“Sebagai bagian tempat untuk kontemplasi atau muhasabah, tentu sangat tepat jika taman Pantai Kartini menjadi taman keanekaragaman hayati dan berfungsi sebagai hutan kota penghasil oksigen sehingga menjadikan lebih sejuk, nyaman, dan indah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati mengapresiasi aksi Sapta Pesona yang dilakukan SMPN 1 Rembang di kawasan wisata tersebut.
“Persoalan pariwisata di Rembang memang diperlukan sinergitas dengan berbagai pihak terutama peran anak muda seperti pelajar SMPN 1 Rembang ini,” ujarnya.(day)

