Selamatkan DAS Tuntang, Komisi B DPRD Jateng Apresiasi Penanaman Pohon di Hulu Rawapening
UNGARAN[BahteraJateng] – Komisi B DPRD Provinsi Jateng mengapresiasi kegiatan penanaman pohon di kawasan hulu Rawapening di lereng Gunung Ungaran, kawasan Candi Gedongsongo Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.
Dilansir dari laman dprd.jatengprov.go.id, lokasi tersebut dipilih sebagai tempat penanaman karena termasuk kawasan lahan kritis yang membutuhkan upaya pemulihan lingkungan. Kegiatan yang digelar pada Kamis (9/4/2026) pekan lalu itu menjadi puncak peringatan Hari Rimbawan 2026.

Sedikitnya 120 pohon alpukat ditanam di kawasan hulu sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Komisi B diantaranya Sekretaris Komisi B dr. Sholeha Kurniawati bersama anggota Harun Abdul Khafidz, Yusuf Hidayat dan Moehammad Noer Dhuha.
Anggota Komisi B DPRD Jateng, Harun Abdul Khafidz menyampaikan dukungan terhadap kegiatan penanaman pohon sebagai upaya rehabilitasi lahan kritis. Menurutnya, penanaman pohon memiliki peran penting dalam memulihkan kondisi lingkungan yang telah mengalami kerusakan.

Ia menambahkan kawasan hulu Rawapening yang juga menjadi bagian dari hulu Sungai Tuntang belakangan menjadi sorotan. Karena, di sejumlah titik mengalami kerusakan yang berdampak pada banjir di wilayah hilir, seperti Kabupaten Demak dan Grobogan.
“Dengan penanaman pohon ini mari kita selamatkan kawasan hulu sungai. Upaya ini menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas,” tegas Harun.
Ia menjelaskan, selain berperan dalam konservasi tanah dan air, penanaman pohon di lahan kritis juga memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat. Termasuk, menjaga kualitas lingkungan serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam di masa mendatang.
Sebelumnya Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali Jratun Arif Setyo Utomo mengatakan, penanaman pohon menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan hulu Sungai Tuntang yang terhubung dengan Rawapening. Menurut dia pengelolaan daerah aliran sungai merupakan upaya terpadu untuk menjaga keseimbangan antara fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
“Dengan kondisi hulu yang terjaga, maka aliran air dapat lebih terkendali sehingga mampu mengurangi risiko bencana di wilayah hilir,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng Dwi Haryanto juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai tata kelola hutan di kawasan tersebut dapat berjalan dengan baik karena berada di dalam kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi, lindung, dan produksi. (sun)

