Refleksi Perumahan Jateng 2025: Tangani 274.514 Unit Rumah, Backlog Perumahan Terus Ditekan
SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat penanganan 274.514 unit hunian sepanjang tahun 2025 melalui berbagai skema pendanaan dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan angka backlog perumahan dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan intervensi perumahan dilakukan melalui APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, Baznas Jawa Tengah, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta partisipasi masyarakat.
“Penanganan perumahan tidak bisa bergantung pada satu sumber pendanaan. Karena itu dilakukan secara kolaboratif,” kata Boedyo di Semarang pada Sabtu (27/12).
Dari total capaian tersebut, realisasi melalui APBN mencapai 14.454 unit, melampaui target awal 7.534 unit. Program tersebut berasal dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), kementerian/lembaga, dan Dana Desa.
Sementara dari APBD Provinsi Jawa Tengah, target 17.510 unit terealisasi sepenuhnya, dengan rincian 340 unit pembangunan baru dan 17.170 unit peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).
Kontribusi APBD kabupaten/kota juga melampaui target. Dari target 6.776 unit, realisasi mencapai 12.830 unit. Dukungan Baznas dan CSR terealisasi 4.012 unit dari target awal 2.070 unit. Selain itu, partisipasi masyarakat tercatat mencapai 219.524 unit, ditambah pemutakhiran data sebanyak 6.184 unit.
Meski demikian, Boedyo menyebut sisa backlog perumahan di Jawa Tengah hingga akhir 2025 masih mencapai 1.058.454 unit.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan program hunian layak menjadi salah satu fokus pembangunan daerah untuk menekan kemiskinan. Program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan evaluasi berkala setiap triwulan.
“Hasilnya, angka kemiskinan turun dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di atas rata-rata nasional,” ujar Ahmad Luthfi.(sun)

