Menteri Wihaji bertemu Menko PMK
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bertemu dengan Menko PMK Prof. Pratikno, dan memaparkan pelaksanaan program pembangunan kependudukan dan keluarga selama satu tahun berjalan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (30/1).(Dok. Humas Kemendukbangga/BKKBN)

Menteri Wihaji Laporkan Penguatan Stabilitas Demografi dan Pembangunan Keluarga kepada Menko PMK

JAKARTA[BahteraJateng] – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melaporkan pelaksanaan program pembangunan kependudukan dan keluarga kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Pratikno.

Paparan disampaikan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam pertemuan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta pada Jumat (30/1).

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan manusia, stabilitas demografi, dan ketahanan keluarga.

Menteri Wihaji menyampaikan bahwa program pembangunan kependudukan dilaksanakan secara presisi dan terukur, selaras dengan visi dan misi Presiden, khususnya Asta Cita ke-4 dan ke-6.

Ia menjelaskan, stabilitas demografi menjadi prasyarat penting pembangunan nasional yang pelaksanaannya dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.Kemendukbangga

“Pelaksanaan kebijakan di daerah diperkuat melalui sinergi antara perwakilan Kemendukbangga/BKKBN di provinsi, OPD KB, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK),” katanya.

Kemendukbangga/BKKBN juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong pemerintah daerah melaksanakan 30 indikator Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), dengan pemberian insentif bagi daerah yang konsisten menjalankannya.

Sementara itu, Menko PMK Prof. Pratikno menekankan pentingnya integrasi data lintas sektor agar kebijakan pembangunan manusia dapat dilaksanakan secara presisi.

Kemendukbangga menyatakan komitmennya memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah guna mewujudkan stabilitas demografi dan peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *