Menteri Wisata Tinjau Lawang Sewu Semarang
KAI Wisata menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, di destinasi heritage Lawang Sewu, Semarang.(Dok. Humas KAI Wisata)
|

Menteri Wisata Tinjau Pengelolaan Wisata Heritage Lawang Sewu Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, di destinasi heritage Lawang Sewu, Semarang pada Selasa (10/2). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung pengelolaan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan pengelola destinasi dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.


Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Menteri Pariwisata terhadap Lawang Sewu sebagai salah satu ikon wisata heritage nasional.

“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan destinasi yang tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata edukatif dan berkualitas,” ujarnya.


Sebagai bangunan bersejarah ikonik, Lawang Sewu terus bertransformasi melalui peningkatan fasilitas, kurasi program edukasi sejarah, serta penguatan promosi digital guna menjangkau pasar yang lebih luas.

KAI Wisata juga berkomitmen meningkatkan standar pelayanan dan tata kelola destinasi untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

KAI Wisata berharap kunjungan tersebut semakin meningkatkan daya tarik Lawang Sewu di mata wisatawan lokal dan internasional.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pengelola, Lawang Sewu diharapkan menjadi destinasi heritage unggulan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan citra pariwisata Indonesia di tingkat global,” tandasnya.

Selain itu, dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar Lawang Sewu tidak hanya menjadi simbol arsitektur dan sejarah, tetapi juga ruang interaksi budaya serta pusat kegiatan kreatif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *