Ketua Umum MUI Jateng KH Dr Ahmad Darodji, M.Si dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ramah tamah dengan peserta halal bihalal MUI-Baznas Jateng di Bandungan Kab Semarang, Kamis (9/4).(Dok. MUI Jateng)

Kolaborasi dan Tinggalkan Ego Sektoral Kunci Entaskan Kemiskinan di Jateng

SEMARANG[BahteraJateng] – Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial. Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan meninggalkan ego sektoral dalam setiap program penanggulangan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Halaqah Ulama, Halalbihalal, dan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) yang digelar Majelis Ulama Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional se-Jawa Tengah di Hotel Wahid Bandungan pada Kamis (9/4).


“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan bersama-sama, melibatkan seluruh kekuatan masyarakat. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, apalagi mengedepankan ego sektoral,” tegasnya.

Menurutnya, capaian penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah selama ini tidak lepas dari peran aktif Baznas dan MUI.

Berbagai program telah dijalankan, mulai dari bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan modal usaha, beasiswa bagi keluarga kurang mampu, pelatihan kerja, hingga bantuan bagi korban bencana.

Luthfi menambahkan, pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. MUI sebagai lembaga yang menaungi para ulama, serta Baznas sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung program pemerintah.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Tengah sekaligus Ketua Baznas Jateng, Ahmad Daroji, menyampaikan bahwa Rakorpim juga membahas sejumlah isu strategis, termasuk nisab atau batas zakat profesi serta persoalan zakat di tengah dinamika ekonomi masyarakat.

“ZIS yang dikelola secara baik terbukti mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan mendukung program pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran MUI dalam memberikan fatwa terkait pengelolaan zakat, termasuk zakat profesi, perluasan makna sabilillah, hingga inovasi seperti pengalengan daging kurban untuk membantu penanganan stunting dan kekurangan gizi.

Sepanjang 2025, Baznas Jawa Tengah mencatat berbagai capaian. Di antaranya perbaikan 574 unit RTLH dengan total anggaran lebih dari Rp10,6 miliar. Selain itu, program pengalengan daging kurban terus meningkat signifikan, dari 9.174 kaleng pada 2021 menjadi 158.000 kaleng pada 2025.

Atas kinerja tersebut, Baznas Jateng meraih sejumlah penghargaan, termasuk dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pendukung Gerakan Zakat Indonesia, serta lima penghargaan dari Baznas RI, seperti Pengumpulan ZIS Terbaik hingga Inovasi Pendayagunaan Terbaik.

Daroji menegaskan, ke depan sinergi antara MUI dan Baznas akan terus diperkuat guna mendorong kesejahteraan umat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *