Hadapi Ancaman El Nino 2026, BPBD Rembang Susun Rekon Kekeringan
REMBANG[BahteraJateng] — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mulai menyusun dokumen Rencana Kontingensi (Rekon) Kekeringan untuk menghadapi potensi musim kemarau ekstrem tahun 2026.
Penyusunan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula BPBD Rembang pada Jumat (5/6) yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, hingga relawan kebencanaan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan dokumen rekon disiapkan sebagai pedoman bersama dalam menghadapi ancaman kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Rembang.
Menurut Luthfi, prediksi BMKG menyebutkan potensi El Nino 2026 diperkirakan cukup ekstrem atau disebut “El Nino Godzilla”, sehingga langkah antisipasi harus dipersiapkan sejak dini.
“Karena itu kita harus menyiapkan langkah-langkah sejak sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyusunan rekon tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga memperkuat upaya mitigasi melalui pemetaan ulang sumber mata air, sumur bantuan, embung, dan sarana penyedia air bersih hingga tingkat desa.
BPBD juga mendorong pembangunan penampungan air berkapasitas minimal 10 ribu liter di titik-titik sumber air potensial agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat distribusi air bersih ketika musim kemarau melanda.
Berdasarkan data BPBD Rembang, pada musim kemarau 2024 terdapat 64 desa yang menerima bantuan suplai air bersih. Kecamatan Sedan menjadi wilayah dengan distribusi tertinggi mencapai sekitar 1,017 juta liter, disusul Kecamatan Sulang, Sarang, dan Lasem.
Luthfi menegaskan penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Melalui penyusunan rekon ini, BPBD berharap seluruh pihak dapat menyusun skenario penanganan secara terpadu guna meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat.(day)

