Musda XI MUI Jateng
Wakil ketua umum MUI Pusat KH Marsyudi Syuhud menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musda XI MUI Jateng di Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6).(Foto. BahteraJateng/SH)

Ulama Indonesia Berkontribusi Dalam Memelihara Persatuan Bangsa

SEMARANG[BahteraJateng] – Para ulama dari berbagai latar belakang organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia berkontribusi dalam memelihara persatuan bangsa dari sejak dulu hingga sekarang ini.

Wakil ketua umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Marsudi Syuhud, mengatakan dalam berbagai hal para ulama Indonesia sering berbeda pendapat, namun dalam konteks menjaga persatuan bangsa, para ulama melalui forum-forum yang difasilitasi Majlis Ulama Indonesia (MUI) bersepakat untuk terus memeliharanya.

“Persatuan bangsa adalah warisan para ulama terdahulu, alhamdulillah hingga sekarang warisan itu dijaga terus dengan baik oleh MUI yang kepengurusannya ada mulai dari pusat hingga daerah,” kata kiai Marsudi saat menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jateng di Wahid Bandungan Hotel & Resort Semarang pada Rabu (10/6).

Menurutnya, MUI kepengurusannya beragam dari berbagai aliran pemikiran dan paham, ditingkat pusat bermitra dengan 87 ormas Islam, namun keragaman itu justru menjadi penguat dan pengikat untuk menjaga persatuan yang diwariskan oleh ulama-ulama terdahulu.

Keragaman latar belakang itu, lanjutnya tidak menjadi halangan untuk bertemu dan saling berkomunikasi sehingga memperkokoh persatuan, kondisi seperti ini sangat membantu pemerintah dalam menjalankan amanat yang diembannya.

Dia menambahkan, karena itulah MUI pusat mengharapkan kepada para kepala daerah baik gubernur dan bupati atau walikota juga membantu MUI di daerah galam menjalankan peran dan fungsinya, temasuk gubernur Jateng.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam sambutan dan membuka Musda XI MUI Jateng mengatakan selama ini MUI Jateng selalu membersamai pemerintah dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Pemprov Jateng sangat menyadari bahwa dalam menjalankan amanat yang dipikulnya tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bekerjasama dengan yang lain, termasuk dengan MUI.

“Kami menyadari bahwa kami bukan superman, sehingga dalam menjalankan tugas kami perlu menghadirkan super tim, yaitu membangun kerjasama dengan semua kekuatan yang ada di masyarakat,” ujarnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *