Kronologi Pendaki Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Jenazah Berhasil Dievakuasi
TEGAL[BahteraJateng] – Jenazah M. Fahri Maulana (16), pendaki asal Sirampog, Kabupaten Brebes, yang jatuh ke kawah Gunung Slamet, akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa turun ke Basecamp Permadi Guci pada Rabu (19/8) dini hari.
Jenazah korban tiba di Basecamp Permadi sekitar pukul 02.15 WIB setelah proses evakuasi dari kawah Gunung Slamet berlangsung dengan melibatkan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Setelah tiba di basecamp, jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bumijawa, Kabupaten Tegal, untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Alhamdulillah seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15 dini hari dan selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Budiono.

Menurutnya, tidak terdapat hambatan berarti selama proses evakuasi. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung proses evakuasi hingga jenazah berhasil dibawa turun.
“Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik,” imbuhnya.
Proses evakuasi melibatkan hampir 100 personel dari berbagai unsur SAR. Mereka terdiri atas Basarnas, Koramil, Polsek, pengelola basecamp pendakian di sekitar Gunung Slamet, potensi SAR dari wilayah Tegal, Pemalang, hingga Pekalongan, serta warga sekitar.
Budiono mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut. Ia juga mengimbau para pendaki agar lebih berhati-hati, khususnya ketika berada di sekitar bibir kawah.
“Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerja sama yang baik antarunsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun. Tetap waspada dan kami imbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa,” pungkasnya.
Sebelumnya, M. Fahri Maulana mendaki Gunung Slamet via Sawangan bersama tiga rekannya pada Senin (17/8/2026) malam. Mereka mencapai puncak pada Selasa (18/8/2026) pagi.
Setelah selesai mendaki sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan memutuskan turun. Namun, Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah.
Saat berada di lokasi, tanah yang dipijaknya tiba-tiba ambrol. Korban kemudian terjatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Peristiwa tersebut disaksikan pendaki lain dan segera dilaporkan ke Pos Basecamp Bosapala Sawangan. Laporan kemudian diteruskan kepada Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang untuk dilakukan upaya pertolongan dan evakuasi.

