| |

Cegah Bullying Sejak Dini, 100 Siswa SDN Kebondowo 02 Ikuti Sosialisasi Mahasiswa KKN

UNGARAN[BahteraJateng] — Sebanyak 100 siswa SDN Kebondowo 02, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, mengikuti Sosialisasi Anti Bullying yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) Ke-22 Posko 57 UIN Walisongo Semarang yang berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya mencegah bullying sejak dini serta membangun lingkungan pertemanan yang aman dan saling menghargai.

Sosialisasi yang diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini tidak hanya berfokus kepada pengenalan konsep bullying, tetapi juga mengajak siswa memahami berbagai perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Edukasi dikemas melalui penyampaian materi, games, drama edukatif, dan butterfly hug agar pesan mengenai pencegahan bullying dapat diterima siswa secara lebih dekat dan mudah dipahami.


Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan dan Sosial (KLS), Osama Labid Arrosyid, menekankan bahwa bullying perlu dikenali sejak dini karena perilaku yang dianggap sebagai candaan dapat memberikan dampak bagi orang lain.

“ Bullying bukan sekedar candaan. Melalui kegiatan ini kami berharap adik – adik akan belajar mengenai apa itu bullying, mempelajari bentuk – bentuknya, serta belajar menjadi teman yang saling menghargai. Kami harap dari terlaksananya kegiatan ini, sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” ujarnya.


Pentingnya edukasi mengenai bullying juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Jeja Dhumega selaku salah seorang guru SDN Kebondowo 02 menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN yang memberikan edukasi kepada siswa. Menurutnya, pemahaman mengenai bullying merupakan pengetahuan penting yang perlu diperhatikan dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan seperti ini penting bagi anak-anak karena mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak mengenali dan mengekspresikan perasaan mereka. Antusiasme mereka terlihat jelas, terutama saat mengikuti butterfly hug.” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 57 UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto berharap pemahaman mengenai bullying tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengenali perilaku bullying tersebut, siswa diharapkan turut menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.

Sumber : Ummi Zakiyya Fakhira (Anggota Divisi Pendidikan dan Keagamaan
KKN UIN Walisongo Semarang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *