Balai Bahasa Jateng
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimtek Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah jenjang SMP di Gedung Balairung pada Jumat (8/5).(Dok. Balai Bahasa Jateng)
|

Balai Bahasa Jateng Gelar Bimtek Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah Jenjang SMP

SEMARANG[BahteraJateng] – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gedung Balairung pada Jumat (8/5).

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari hingga 11 Mei 2026 dan diikuti oleh 105 guru Bahasa Jawa SMP serta 7 pengawas dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.


Sebanyak 21 pakar bahasa dan sastra dilibatkan untuk membimbing para peserta dalam kegiatan tersebut. Bimtek ini menjadi bagian dari rangkaian Program Pelindungan Bahasa Daerah yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, mengatakan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebijakan pelindungan bahasa daerah, serta penyusunan bahan ajar untuk mendukung pelaksanaan bimtek.

“Setelah kegiatan ini, akan dilanjutkan Bimtek Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah jenjang SD pada 17–20 Mei 2026,” ujarnya.

Ia berharap para peserta dapat mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada guru sejawat, siswa, serta komunitas pendidikan seperti MGMP dan KKG, sehingga upaya pelestarian bahasa daerah dapat menjangkau lebih luas.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Dora Amalia, menekankan pentingnya peran keluarga dalam revitalisasi bahasa daerah.

Menurutnya, pembelajaran bahasa daerah tidak hanya efektif dilakukan di sekolah, tetapi juga perlu diperkuat dalam lingkungan keluarga sebagai ruang utama penggunaan bahasa sehari-hari.

Dora juga menyebutkan bahwa seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah telah berkolaborasi dalam upaya pelindungan bahasa daerah. Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan pelestarian bahasa dan sastra daerah sebagai program prioritas ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *