|

Belasan Tahun Rasa Tahu Gejrot Pak Harto Tak Berubah

SEMARANG [BahteraJateng]- Deretan Jalan Singosari Raya Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan menyuguhkan beragam kuliner kaki lima menggoda, salah satunya Tahu Gejrot Pak Harto.

Gerobak oranye mangkal di depan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memberikan alternatif kudapan khas Cirebon. Suharto (54 tahun) telah berjualan selama 16 tahun menanti pembeli di tengah lalu lalang kawasan tersebut.

Pelanggan lama akan menyadari beberapa perubahan Tahu Gejrot Pak Harto. Mulai harga naik dari Rp5 Ribu hingga sekarang Rp10 Ribu. Sekarang pelanggan bisa menikmati tahu gejrot di bawah tenda tersedia.

“Dulu keliling sekarang di sini saja pelanggan sudah hapal (lapak Tahu Gejrot Pak Harto),” kata ayah dua anak ini.

Harto mengaku pusing jika bahan baku seperti tahu dan cabai mengalami kenaikan. Namun begitu, dia tidak lantas menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan tetap mampir.

“Namanya usaha naik turun yang penting pelanggan tetap ke sini (beli tahu gejrot),” kata dia.

Tahu dipotong kecil-kecil lalu cabai rawit, terasi dan bawang merah diulek kasar. Rasa gurih tahu akan terasa kres saat bersinggungan dengan bawang merah masih terasa segar saat dikunyah.

Tingkat kepedasan bisa diatur sesuai selera pelanggan. Irisan tahu dan bumbu diaduk menjadi satu dengan cuka asam sebelum dinikmati. Cuka ini menjadi pelengkap gurih, asam dan pedas ala Tahu Gejrot Pak Harto.

Berdasarkan pengalaman kerja di Cirebon, Harto berhasil menemukan resep asam cuka yang pas.

“Gurih dan pedas tidak terasa tawar di lidah,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *