|

BRICS+ Fashion Summit Buka Pasar Internasional Negara Berkembang

JAKARTA [BAHTERA JATENG]- Pagelaran fesyon di Moskow melalui BRICS+ Fashion Summit mampu membuka pasar internasional bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ketua Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma mengatakan, perluasan BRICS dan munculnya kelompok persatuan geopolitik negara-negara berkembang, isu-isu produksi dan pemasaran produk tekstil juga menjadi lebih relevan dari sebelumnya.

“BRICS+ Fashion Summit memainkan peran penting dalam membentuk lanskap fesyen global dengan memfasilitasi kolaborasi lintas batas dan berbagi pengetahuan,” ujar Ali Charisma, saat didapuk menjadi pembicara dalam siaran rilisnya, Senin (7/10).

Bagi negara berkembang, kata dia, acara ini menawarkan platform untuk menampilkan kontribusi fesyen unik, mengakses pasar baru, dan membangun kemitraan strategis. Pasar BRICS dinilai sangat besar. Sedangkan, para ahli yang berpengaruh memastikan bahwa negara-negara berkembang akan menentukan tren fesyen dan berfokus pada merek lokal.

“Summit ini mempromosikan keberagaman dan inovasi dalam fesyen, yang dapat membantu negara-negara ini mendapatkan visibilitas dan meningkatkan daya saing global mereka,” kata dia.

Industri tekstil dan pakaian Indonesia dianggap sebagai salah satu terbesar di dunia, dapat mempekerjakan jutaan warga negara. Mode adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. BRICS+ Fashion Summit dapat menemukan cara untuk memasuki pasar internasional, termasuk pasar Rusia. Indonesia dapat memasok seluruh wilayah dunia dengan kain berkualitas tinggi.

Menurut dia, Indonesia memiliki tradisi kaya akan slow fashion, ditandai oleh tekstil buatan tangan dan mode kerajinan tangan. Pendekatan unik ini dapat menawarkan perspektif baru bagi pasar Rusia, terutama dalam koleksi musiman yang cocok untuk musim panas.

“Sebaliknya, tren fesyen Rusia yang terus berkembang dan permintaan pasar dapat memberikan peluang baru bagi para desainer Indonesia untuk tumbuh dan berinovasi, mendorong pertukaran dinamis antara kedua pasar tersebut,” ucap Ali Charisma.

Summit tersebut telah memperluas geografi di luar BRICS, salah satu pasar utama adalah Indonesia, memiliki penerbangan langsung ke Rusia. Pesawat-pesawat maskapai penerbangan nasional Russian Federation Aeroflot PJSC terbang ke Bali. Di samping itu, ajang ini mengeksplorasi topik-topik seperti penciptaan merek, manufaktur ramah lingkungan, dan masa depan fesyen dalam lanskap global yang berubah dengan cepat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *