FAI Unwahas Kukuhkan Dua Doktor PAI, Perkuat Kajian Pesantren dan Islam Nusantara
SEMARANG[BahteraJateng] – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali mencetak dua doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Kampus II Unwahas, Jalan Raya Gunungpati KM 15, Nongkosawit, Kota Semarang pada Kamis (24/7). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dekan FAI, Dr. Iman Fadilah.
Dua kandidat yang dikukuhkan yakni Dr. Khotimah Suryani dan Dr. Ahmad Munadirin. Keduanya menjadi doktor ke-17 dan ke-18 yang dilahirkan Program Studi Doktor PAI sejak resmi dibuka pada 2017.

Dr. Khotimah Suryani, yang juga Wakil Rektor I Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, meneliti pemberdayaan perempuan dalam pembaruan pesantren melalui studi pemikiran KH. Soefyan Abdul Wahab, pengasuh Pesantren Matholi’ul Anwar.
Ia menemukan bahwa pesantren inklusif dan responsif gender telah tumbuh sejak lama, dan model kepemimpinan kolaboratif antara kiai dan nyai diperlukan dalam sistem pendidikan Islam Nusantara.

Sementara itu, Dr. Ahmad Munadirin, Ketua Prodi PAI di Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK), mengkaji variasi model pendidikan karakter di pesantren di Jawa Tengah.
Ia memetakan tiga model utama, yaitu pesantren berbasis kitab kuning klasik, pesantren berorientasi bahasa asing sebagai alat internalisasi nilai, dan pesantren dengan pendekatan sufisme untuk pembentukan spiritualitas dan kepedulian sosial.
Dekan FAI Unwahas, Dr. Iman Fadilah, menyatakan bahwa studi mengenai pesantren memperkaya khazanah keilmuan Islam Nusantara.
Ia menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga simpul peradaban Islam yang berakar pada nilai lokal.
“Prodi S3 PAI dengan konsentrasi Islam Nusantara menjadi mozaik penting dalam kajian keulamaan dan tradisi keilmuan lokal,” ujarnya.
Ia juga berharap akan lahir lebih banyak doktor yang menelaah keislaman dan keulamaan Nusantara secara mendalam.
Ujian terbuka ini juga dihadiri para promotor dan penguji, termasuk Prof. Dr. Mahmutarom, Prof. Dr. Mudzakkir Ali, Prof. Dr. Mahfud Junaedi, dan Dr. Ifada Retno Ekaningrum selaku Kaprodi Program Doktor FAI.(sun)

