Hasil Sidang Komdis PSSI Terbaru untuk Pelanggaran di Kompetisi EPA Liga 1 dan BRI Liga 1
JAKARTA[BahteraJateng] – Hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 19 Desember 2024 mengumumkan hasil pemeriksaan berbagai pelanggaran yang terjadi di kompetisi EPA Liga 1 2024/2025 dan BRI Liga 1 2024/2025.
Berikut rangkuman kasus dan sanksi yang dijatuhkan dari hasil sidang Komdis PSSI, dikutip dari laman PSSI.

Dalam kompetisi EPA Liga 1 2024/2025, hasil sidang Komdis PSSI menerangkan bahwa ofisial Malut United FC U16, Ikram Selang, mendapat teguran keras karena melakukan protes berlebihan dan memasuki lapangan dalam pertandingan melawan Madura United FC U16 (14 Desember 2024). Tim PSBS Biak U16 dan U18 masing-masing didenda Rp10 juta karena tidak didampingi dokter tim saat bertanding melawan Semen Padang pada 15 Desember 2024.
Tim Arema FC U20 juga dikenai denda Rp5 juta setelah lima pemainnya mendapat kartu kuning saat melawan Persib Bandung U20 (14 Desember 2024). Ofisial Persis Solo U18, Furqon, mendapat teguran keras karena tidak terdaftar dalam Daftar Susunan Ofisial (DSO) tetapi berada di bangku cadangan. Kasus serupa terjadi di tim Persis Solo U20 dengan pelaku Furqon dan Dika Prasetya, yang akhirnya mendapatkan teguran keras dan denda Rp10 juta.

Dalam kompetisi BRI Liga 1 2024/2025, Ardi Idrus, pemain Persebaya Surabaya, menerima larangan bermain dua pertandingan tambahan dan denda Rp10 juta karena melakukan gerakan tambahan yang mengenai wajah pemain lawan saat melawan Semen Padang (15 Desember 2024). Hal serupa dialami M. Ramadhan Sananta, pemain Persis Solo, dengan hukuman yang sama dalam pertandingan melawan PSBS Biak (16 Desember 2024).
Tim Bali United FC dan PSS Sleman masing-masing didenda Rp50 juta karena lima pemain mereka mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Persija Jakarta dan PSIS Semarang. Klub Persik Kediri juga didenda Rp50 juta atas dua pelanggaran, yakni pelemparan botol minuman dan seorang penonton yang memasuki lapangan saat melawan Arema FC (16 Desember 2024).
Pelanggaran terakhir melibatkan Nor Halid, pemain PS Barito Putera, yang menghalangi tim lawan mencetak gol saat melawan Persib Bandung (18 Desember 2024). Ia menerima larangan bermain satu pertandingan tambahan dan denda Rp10 juta.
PSSI menegaskan bahwa disiplin dan profesionalisme adalah prioritas untuk menjaga integritas sepak bola Indonesia.(sun)

