JAFF 2024 Merayakan 25 Tahun Karier Perfilman Dian Sastrowardoyo
YOGYAKARTA [BahteraJateng]- Dian Sastrowardoyo menandai perjalanan karier selama 25 tahun di dunia perfilman. Salah satunya dengan menggelar skrining film pendek hingga feature film di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024. JAFF 2024 berlangsung sejak 30 November-7 Desember di DI Yogyakarta.
Ada tiga film disutradarai Dian Sastrowardoyo akan ditayangkan. Diantaranya Kotak, Daybreak dan Quarantine Tales – Nougat. Kotak menceritakan Kota terperangkap dalam ruang terbatas. Kota menyaksikan temannya Alam menari bebas di alam dan gerakan anggun Alam mencerminkan keselarasan dengan lingkungan. Di siai lain, tarian Kota sebagai respon putus asa terhadap lingkungan yang membatasi, mencerminkn perjuangan sam ibu. Alam mengulurkam tangan persahabatan dan Kota menanggapi. Akhirnya Kota terbebas dari terbelenggu dan belajar merangkul alam serta menari secara harmonis dengan sahabatnya.
Film lain disutradarai Dian Sastowardoyo adalah Daybreak. Perjuanhan keras seorang ibu (Cut Mini Theo) menjadi perempuan karier dan mati-matian berusaha pulang lebih awal dari kantor demi merayakan ulang tahun putrinya.
Peristiwa tak terduga dialami, dia malah terjebak harus megurus putri bosnya (Asmara Abigail) sepanjang malam. Hingga dia melewatkan hari ulang tahun sang buah hati. Dengan durasi 15 menit, film pendek ini mengeksplorasi ikatan dua perempuan dengan masalah berbeda di suatu malam.
Film karya Dian Sastro selanjutnya adalah Quarantine Tales – Nougat. Dengan durasi 25 menit, film drama ini mengeksplorasi duka dialami tiga saudara perempuan diantaranya Ubai (Marissa Anita), Ajeng (Adinia Wirasti), dan Deno (Faradina Mufti).
Mereka baru kehilangan Ayah saat pandemi Covid-19. Tragisnya, mereka tidak dapat berkumpul akibat situasi pandemi mencekam. Ketiganya kemudian berkomunikasi melalui serangkaian video call. Namun begitu, ketegangan malah terjadi.
Luka lama kakak beradik itu kembali muncul saat menjalani komunikasi virtual. Ikatan persaudaraan Ubai, Ajeng, dan Deno dipertaruhkan.
Selain ke tiga film tersebut, film Ada Apa Dengan Cinta? garapan Rudi Soedjarwo juga ditayangkan. Film ini titik tolak karier aktingnya Dian Sastrowardoyo menjadi Cinta hingga perjalanan menjadi sutradara.

