Kapolda Jateng Berharap FKUB Berperan Dinginkan Tensi Politik Jelang Pilkada
SEMARANG[BahteraJateng] – Para tokoh agama diharapkan mengambil peran mendinginkan suhu politik ditengah-tengah masyarakat yang merangkak naik ketika jadwal pesta demokrasi rakyat pemilihan kepala daerah (Pilkada) semakin dekat pelaksanaannya.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi mengatakan pembelahan warga yang berpangkal dari perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi rakyat untuk memilih pimpinan di alam demokrasi seperti sekarang merupakan sebuah keniscayaan.

“Namun demikian, perbedaan pilihan yang berujung pada pembelahan itu harus dimenej dengan baik, jangan sampai beda pilihan itu menjadikan persatuan dan kesatuan terganggu,” ujar Kapolda saat menyampaikan sambutan dalam Silaturahmi dan Pembinaan Kapolda Jateng kepada Tokoh Lintas Agama se-Jateng di Legacy Convention Hall Semarang, Rabu (26/6)
Menurutnya, Pemilu atau Pilkada adalah arena yang disiapkan untuk berkonflik dalam memperebutkan kekuasaan yang dilindungi Undang-Undang (UU), terlebih pada alam demokrasi seperti sekarang ini.
Karena itulah, lanjutnya, beda pilihan itu harus diiringi dengan semangat saling memahami dan menghormati, beda pilihan bukan untuk retak atau pecah, tetapi justru semakin memperkokoh ikatan persatuan.
Dia mebambahkan, siapapun pihak yang menang dalam pemilihan dia akan menjadi pemimpin untuk semuanya. Masyarakat yang semula terbelah karena beda pilihan harus dilayani semuanya.
Para tokoh agama terutama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan setiap saat berada ditengah-tengah masyarakat diharapkan mengambil peran mendinginkan tensi politik yang hampir dipastikan akan semakin dinamis melalui berbagai strategi kearifan lokal yang dimilikinya.
Ketua FKUB Jawa Tengah Prof Dr KH Imam Yahya MAg menuturkan, agenda silaturahmi Kapolda Jateng dengan para tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB Provinsi dan kabupaten/kota se-Jateng ini merupakan kegiatan perdana setelah pengurus FKUB Jateng periode 2024-2029 dikukuhkan gubernur Jateng, Senin (24/6) lalu.
“Sekaligus pada forum kegiatan ini kami laksanakan kegiatan doa bersama oleh enam tokoh agama, yakni tokoh agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu dalam memperingati hari ulang tahun Bhayangkara ke-78,” tuturnya.
Para tokoh lintas agama di Jateng melalui FKUB jauh-jauh hari mengambil peran untuk menjaga dan memelihara perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Doa bersama pada HUT Bhayangkara ini bukan sebatas simbul kerukunan antar umat beragama, tetapi lebih dari itu yakni merupakan bagian dari upaya memelihara kerukunan dan persatuan.
“Dengan sentuhan bahasa agama para tokoh lintas agama terutama yang tergabung dalam FKUB akan hadir membersamai warga dalam menggunakan hak politiknya dengan baik,terutama dalam pilkada serentak Nopember mendatang,” ujarnya.

