Achmad Rif'an
Achmad Rif'an, Pegiat Lingkungan Hidup Rembang.(Dok BahteraJateng/PI)

Mengenal Lebih Dekat Achmad Rif’an, Pegiat Lingkungan Hidup Rembang

REMBANG[BahteraJateng] – Bagi para pegiat lingkungan hidup Kabupaten Rembang, sosok seorang pria bernama Achmad Rif’an pasti tidak asing terdengar dan sangat familiar.

Achmad Rif’an atau lebih akrab dipanggil Rif’an mulai jatuh cinta pada kelestarian alam saat masih aktif di Gerakan Kepanduan Pramuka Siaga, berlanjut saat Penggalang .

Bahkan saat SMA kelas satu merintis pendirian PAMOR, organisasi pencinta alam dengan anggota remaja lintas sekolah di Rembang yang beberapa kali memenangkan lomba lingkungan hidup di tingkat nasional seperti Lintas Medan DAS Kaligarang, Lomba Pengenalan Flora Fauna dan lain-lain.

Saat Rif’an masih berstatus sebagai guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cilacap Jawa Tengah, dirinya ditunjuk sebagai Pengurus Forum PHBM dan Paguyuban LMDH se-KPH Banyumas Barat sekaligus Penyuluh Pertanian Swadaya di Cilacap.

“Setelah peristiwa penjarahan hutan tahun 1998, muncul Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Dan berawal dari menjadi pengurus PHBM di wilayah pesisir selatan yang mayoritas hutan mangrove, saya lebih mengenal arti pentingnya kelestarian alam,” kata Rif’an mengenang perjalanan hidupnya kepada bahterajateng pada Selasa (30/12).

Sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya saat itu, Rif’an mendirikan lembaga Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S ) Kunang-kunang sebagai wadah para petani belajar menyelaraskan pertanian dengan kelestarian alam, dan di tahun 2010 menyabet juara satu Penyuluh Pertanian Swadaya tingkat Jawa Tengah.

Awal tahun 2011, Rif’an memutuskan keluar dari dunia pendidikan dan pulang ke Rembang mendirikan NGO Rembang Bergerak bersama mantan anak didiknya di Pramuka Kwarcab Rembang.

“Rembang Bergerak ini konsen dibidang Kehutanan dan lingkungan hidup, ekonomi kerakyatan, serta sosial budaya, mas. Saya memadukannya semua dalam satu gerakan. Selain fungsi ekologis tercapai, sisi budaya mengena, dan ekonomi kerakyatan berjalan dalam satu event,” ucap Rif’an.

Penerima penghargaan Teladan Nasional Wanalestari tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan serta penerima penghargaan Kalpataru tahun 2023 untuk kategori Pembina Lingkungan ini, memiliki segudang jabatan dalam mewujudkan impiannya.

“Saya menjabat sebagai Ketua I DPP Forum PKSM Indonesia, Ketua Forum PKSM Jawa Tengah, Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah, Koordinator Gerakan Sedekah Rombongan Area Jateng DIY, Kader Konservasi Alam Jawa Tengah, Ketua Umum Rembang Bergerak,semua itu untuk menyelaraskan konservasi alam dengan sosial dan ekonomi kerakyatan,” tutur Rif’an sambil tersenyum.

Rif’an yang menjadi inisiator Rembang Nandur sejak tahun 2021 ini, berhasil menggandeng elemen masyarakat dari berbagai komunitas di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta lintas instansi Pemkab Rembang dalam satu event, selalu mendorong suatu desa untuk menerbitkan Perdes terkait perlindungan satwa liar dan kelestarian alam.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *