PKK Kota Semarang
Sebagian peserta berfoto bersama dengan pengurus CKI dan narasumber Seminar Peran PKK Sebagai Agen Perubahan di Era Digital yang digelar di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (27/12).(Dok PKK Kota Semarang)

PKK Didorong Jadi Agen Perubahan di Era Digital

SEMARANG[BahteraJateng] — Peran strategis perempuan, khususnya anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dalam menghadapi tantangan era digital menjadi sorotan dalam Seminar Peran PKK dalam Era Digital sebagai Agen Perubahan yang digelar di Wisma Perdamaian, Semarang pada Sabtu (27/12).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Central Kristen Indonesia (CKI) Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang.

Seminar menghadirkan tiga narasumber lintas disiplin, yakni psikolog Universitas Katolik Soegijapranata, Siswanto, psikolog sekaligus pionir Psikometafisika Juliawati Rahardjakusuma, serta Direktur RSU William Booth Semarang Erwita Dinarsari, MARS. Diskusi dipandu moderator Dian Rosita.

Siswanto memaparkan dampak penggunaan ponsel terhadap anak dan remaja. Ia menyebutkan, meski membawa manfaat berupa kemudahan komunikasi dan akses informasi, penggunaan ponsel yang berlebihan dan tidak bijak dapat memicu berbagai persoalan.

Dampak tersebut meliputi gangguan tidur, penurunan prestasi akademik, masalah kesehatan fisik seperti mata lelah, sakit punggung, obesitas, gangguan saraf, hingga gangguan kesehatan mental berupa kecemasan, stres, dan depresi.

Menurutnya, anggota PKK memiliki peran penting sebagai agen perubahan melalui keteladanan dalam penggunaan gawai, penyaring informasi di lingkungan keluarga, penggerak literasi digital, serta penjaga nilai dan etika.

Hal senada disampaikan Juliawati Rahardjakusuma yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberi contoh nyata kepada anak. Ia juga menyoroti bahaya perundungan siber atau cyberbullying yang kerap terjadi di ruang digital.

Bentuk perundungan tersebut antara lain penyebaran hoaks, unggahan konten memalukan tanpa izin, pesan kasar, hingga intimidasi berulang yang berdampak serius pada kesehatan mental korban.

Sementara itu, Erwita Dinarsari menjelaskan bahwa perundungan siber juga berdampak pada kesehatan fisik, seperti gangguan tidur, sakit kepala, nyeri leher, dan kelelahan berkepanjangan. Dalam kondisi ekstrem, korban berisiko melakukan tindakan menyakiti diri sendiri.

Seminar dibuka Ketua PKK Kota Semarang Listyati Purnama Rusdiana, yang mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap materi seminar dapat disosialisasikan di lingkungan masing-masing.

Ketua CKI Semarang Soegiharto Budiono, menegaskan PKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentengi keluarga dan membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan era digital.

One Comment

  1. Sangat luar biasa , mendorong setiap ibu untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan harkat & martabat bangsa melalui kiprahnya dalam lingkup terkecil masyarakat yaitu keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *