PMI Kota Semarang dan ChildFund Tutup Program Forest Therapy
SEMARANG[BahteraJateng] – PMI Kota Semarang bersama ChildFund International resmi menutup rangkaian Program Pengembangan Forest Therapy dan Wisata Health Tourism pada Sabtu (14/6). Puncak kegiatan digelar di kawasan hutan jati KPH Kendal, Kel Wonosari, Kec Ngaliyan, Kota Semarang.
Program tersebut bertujuan mendukung pemulihan kesehatan mental anak, sekaligus mendorong potensi pariwisata berbasis alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Ketua PMI Kota Semarang, Dr. Awal Prasetyo, mengatakan program ini adalah salah satu bagian dari inisiatif Inovasi Aksi Iklim oleh ChildFund International di Indonesia.
“Melalui pendekatan forest therapy, kami ingin menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental anak-anak. Di saat yang sama, kami juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM lokal,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi alternatif pembinaan anak-anak, sejajar dengan metode lain yang diterapkan pemerintah daerah.
“Ini merupakan opsi lain, paralel dengan program berbasis barak seperti di Jawa Barat. Namun, kami memilih pendekatan berbasis alam untuk penguatan kesehatan mental anak-anak,” jelasnya.
Program ini menyasar pelajar sebagai peserta utama. Dalam pelaksanaannya, PMI menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kendal yang menyediakan lokasi kegiatan.
Selain forest therapy, rangkaian acara juga mencakup senam sehat, donor darah, penanaman pohon, serta bazar UMKM yang melibatkan warga setempat.
Dr. Awal menekankan pentingnya konsistensi dalam penyelenggaraan program serupa agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
“Anak-anak adalah aset masa depan. Penguatan mental mereka harus menjadi prioritas bersama. Alam bisa menjadi media terapi yang efektif sekaligus menyenangkan,” pungkasnya.

