Olaharaga yoga menjadi salah satu upaya menjaga kebugaran tubuh dan pikiran untuk mengurangi stres dalam kehidupan sehari-hari. Sumber Canva
| | |

Puskesmas di Kota Semarang Layani Kesehatan Mental

SEMARANG [BahteraJateng]- Puskemas di Kota Semarang membuka layanan kesehatan mental agar menjadi faskes pertama bagi masyarakat untuk mencari penanganan.

Perawat dari Puskesmas Pudakpayung, Dian Ayu Wulandari menilai, masyarakat Kota Semarang bisa berobat ke puskesmas terdekat untuk mengatasi kesehatan mental. Namun begitu, pasien harus menyampaikan keluhan secara mendetail kepada petugas medis.

“Permasalahan diutarakan semua tidak ada yang ditutupi ke perawat. Lalu, dokter akan menentukan tindakan lebih lanjut. Jika diperlukan ke penangan lanjut ke dokter spesialis kejiwaan, puskesmas akan memberikan rekomendasi rujukan,” kata dia dalam KOTA LAMA (Nongkrong Sehat Kaliyan Ahli Hebat Semarangan) melalui laman Instagram @dkksemarang, belum lama ini.

Dia menekankan, kini kesehatan mental tidak tabu lagi untuk dibicarakan. Setiap individu memiliki status kesehatan mental masing-masing. “Karena tidak terlihat sehingga lebih banyak ditutup-tutupi dan memendam padahal harus dikenali agar tidak mempengaruhi kesehatan fisik,” kata Dian.

Dia mengatakan, kesehatan mental merupakan kondisi seseorang memiliki kesejahteraan, terlihat dalam menyadari potensi diri, bisa mengatasi hidup sehingga bekerja produktif dan berdampak pada komunitas. Kesehatan mental perlu dikelola dengan baik melalui mekanisme coping. Hal ini untuk mengatasi rasa marah, kecewa, sedih hingga depresi.

“Metode coping bisa menulis, mendengarkan lagu, menonton hingga olahraga,” kata dia.

Selain itu, kata dia, mengenali dan mengakui perasaan emosi negatif di dalam tubuh. Meredam emosi negatif bisa menumpuk maka bisa dibicarakan dengan keluarga terdekat atau teman bisa dipercaya. Kesehatan jiwa tidak tertangani dengan baik bisa menurunkan kualitas hidup, menganggu konsentrasi, tidak mau bersosialisasi.

“Emosi terpendam bisa juga merambah ke penyakit fisik seperti tekanan darah tinggi, jantung dan lainnya,” kata dia.

Gejala awal individu agar menjadi perhatian lingkungan sekitar adalah menarik diri dari lingkungan, sedih berkepanjangan dan tidak mau beraktivitas seperti biasanya. “Ada juga yang tidak mau mandi, namun terlalu sering mandi juga perlu diperhatikan, Hal-hal yang biasanya tidak kita lakukan dan dilakukan sebaiknya mulai waspada,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *